Kios Pasar Atas Baru Kota Cimahi bagi Eks PKL Alun-Alun Terlihat Masih Kosong

Bandung Raya

Senin, 17 Februari 2020 | 17:35 WIB

200217173624-kios-.jpg

Laksmi Sri Sundari

KIOS di Pasar Atas Baru (PAB) Kota Cimahi  yang disediakan untuk eks Pedagang Kaki Lima (PKL) di sekitar Alun-Alun Kota Cimahi masih terlihat kosong. Untuk itu Dinas Perdagangan Koperasi UMKM dan Perindustrian (Disdagkoperin) Kota Cimahi, terus mendorong para eks PKL tersebut untuk menempati kios yang disiapkan di lantai 2 tersebut.

Berdasarkan pantauan, Senin (17/2/2020), kios di lantai 2 PAB yang khusus untuk menampung eks PKL sekitar Alun-Alun Cimahi terlihat hanya ada dua kios yang buka, yakni penjual rokok dan penjual kopi seduh. Padahal Pemkot Cimahi sudah menyediakan 84 kios untuk eks PKL sekitar Alun-Alun. Sementara kios lainnya terlihat kosong, tak berpenghuni.

"Diupayakan sudah dengan menyediakan tempat relokasi, didorong ke atas sudah kerjasama dengan Satpol PP. Tapi belum ada yang masuk. Bahkan rencana kolaborasi dengan Disbudpar ada kegiatan tatabeuhan di atas. Kalau kita sih yang memfasilitasi tempat silakan aja," ungkap Kepala Disdagkoperin Kota Cimahi, Adet Chandra Purnama di Pemkot Cimahi Jln. Demang Hardjakusumah, Senin.

Menurutnya, fasilitas untuk mempermudah mobilitas masyarakat maupun pedagang di PAB sudah tersedia. "Kita sudah fasilitasi tempat, sekarang eskalator dan lift jalan semua meski setengah hari. Instalasi listrik di lantai 2 masih gratis, padahal pedagang di area bawah sudah pakai token masing-masing," ungkapnya.

Diakui Adet, yang paling sulit itu bukan membangun pasar, tapi membuat pasar ramai. Ia mencontohkan di Pasar Melong, setelah pembangunan yang jualan hanya 5-6 orang, sekarang sudah mulai ramai.

"Bikin pasar ramai nggak ujug-ujug juga ya. Kepercayaan masyarakat, kalau sudah tahu jualannya di sana mereka (pembeli) juga akan berdatangan," ucapnya.

Pihaknya terus mendorong para PKL menempati kios yang sudah disediakan di tempat relokasi di PAB. "Sebetulnya masyarakat penasaran juga ada jualan apa di lantai 2," kata Adet.

"Ya memang menempati tempat baru perlu ketekunan, tidak seperti jualan di pinggir jalan di trotoar. Kami terus promosikan pasar ini, terus koordinasi dan kerjasama dengan dinas lain. Kami tetap mengharapkan pedagang bisa masuk ke pasar," tuturnya.

Editor: Efrie Christianto

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR