Kota Cimahi Targetkan PAD dari Sektor Retribusi Tera Ulang Rp 75 Juta

Bandung Raya

Senin, 17 Februari 2020 | 16:06 WIB

200217160355-kota-.jpg

Laksmi Sri Sundari

DINAS Perdagangan Koperasi UMKM dan Perindustrian (Disdagkoperin) Kota Cimahi menargetkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Rp 75 juta dari sektor retribusi tera dan tera ulang.

Kepala Disdagkoperin Kota Cimahi, Adet Chandra Purnama mengatakan, retribusi dari tera dan tera ulang baru dipungut sejak Oktober 2019. Tepatnya setelah ada Peraturan Daerah (Perda) dan Peraturan Wali Kota (Perwal).

"Jadi baru bisa ditarik retribusinya itu tahun lalu, karena berkaitan dengan Perda. Kita targetkan tahun ini Rp 75 juta," kata Adet di Pemkot Cimahi Jln. Demang Hardjakusumah, Senin (17/2/2020).

Menurut Adet, target yang dicanangkan pihaknya sudah berdasarkan pemetaan dan evaluasi dari kegiatan sebelumnya. Kemudian juga disesuaikan dengan Sumber Daya Manusia (SDM) yang dimiliki.

Penarikan retribusi dari sektor yang dikelola Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Metrologi Legal itu diatur dalam Perda Kota Cimahi Nomor 11 Tahun 2019 tentang Retribusi Jasa Umum, serta Perwal Nomor 44 Tahun 2019 tentang Tata Cara Pemungutan Retribusi.

Tahun lalu, PAD yang didapat dari tera dan tera ulang dari berbagai kegiatan yang berhubungan dengan timbangan dan alat ukur di Kota Cimahi mencapai Rp 34 juta. "Retribusi kita baru masuk ke kas daerah sekitar Rp 34 juta," ucap Adet.

Tahun lalu tercatat ada 1.815 Ukur, Takaran, Timbang dan Perlengkapannya (UTTP) yang ditera ulang. Rinciannya, Timbangan Elektronik (TE) ada 764, Timbangan Mekanik (TM) ada 260, Anak Timbangan (AT) ada 543, Pompa Ukur BBM ada 192, Timbangan Jembatan ada 43, dan lainnya ada 13.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR