Rilis BPS, IPM Jabar 2019 Capai 72,03

Bandung Raya

Senin, 17 Februari 2020 | 15:57 WIB

200217155747-rilis.jpg

ist

BADAN Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat mencatat kualitas hidup manusia di Tatar Priangan terus meningkat. Hal itu tercermin dari meningkatnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Jabar.

Dilaporkan IPM Jabar pada 2019 mencapai 72,03 atau meningkat 0,739 poin dibandingkan 2018 yang tercatat 71,30. IPM Jabar pada 2019 sudah diatas IPM nasional yakni 71,92.

Kepala BPS Jabar, Dody Herlando mengatakan, secara umum kualitas hidup manusia di Jabar terus bergerak positif. Hal itu ditandai dengan meningkatnya IPM sejumlah 0,739 poin dari 71,30 menjadi 72,03. Selama periode 2010-2019 IPM Jabar rata-rata tumbuh 0,95 persen pertahun.

"Sejak 2016, IPM Jabar telah berstatus tinggi sementara selama periode 2010-2015 hanya berstatus sedang," ujarnya usai rilis IPM Jabar di Bandung, Senin (17/2/2020).

Meningkatnya IPM tersebut dijelaskan Dody tidak terlepas dari peningkatan pada semua komponen pembentuk indeks. Komponen tersebut adalah kesehatan, pendidikan, dan ekonomi.

Dipaparkan, pada bidang kesehatan bayi yang baru lahir memiliki peluang untuk hidup hingga 72,85 tahun atau tumbuh 0,26 persen. Angka tersebut lebih lama 0,19 tahun dibandingkan dengan mereka yang lahir tahun sebelumnya.

Di bidang pendidikan, anak berusia 7 tahun memiliki peluang untuk bersekolah selama 12,48 tahun atau tumbuh 0,24 persen. Waktu tersebut lebih lama 0,03 tahun dibandingkan dengan tahun 2017.

Sementara itu, penduduk usia 25 tahun ke atas secara rata-rata telah menempuh pendidikan selama 8,37 tahun meningkat 0,22 tahun dibandingkan tahun sebelumnya.

"Meningkatnya harapan lama sekolah menjadi sinyal positif bahwa semakin lama penduduk mengenyam bangku sekolah. Selain itu, pertumbuhan rata-rata lama sekolah untuk penduduk usia di atas 25 tahun merupakan modal penting dalam membangun kualitas sumber daya manusia Jabar yang lebih baik," terangnya seperti ditulis wartawan "PR", Yulistyne Kasumaningrum.

Begitu juga dibidang ekonomi, pengeluaran per kapita penduduk Jabar senilai Rp 362.000 dari sebelumnya Rp 10.790.000 menjadi Rp 11.152.000.

Dody menambahkan dari 27 kabupaten/kota se-Jabar, terdapat tiga kota di Jabar yang mencapai status pembangunan manusia sangat tinggi, yakni Kota Bandung, Kota Bekasi, dan Kota Depok. Sementara itu 11 kabupaten/kota berstatus sedang dan 13 kota/kota berstatus tinggi.

"Empat kabupaten, yakni Bogor, Ciamis, Purwakarta, dan Karawang meningkat status IPM-nya dari sedang ke tinggi," katanya.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR