Hanya 270 Meter dari Pasar Wuhan, Ilmuwan Kini Curiga Virus Corona Berasal dari Laboratorium Riset

Dunia

Senin, 17 Februari 2020 | 15:43 WIB

200217154309-berja.jpg

dailymail

Sejumlah ilmuwan Cina dilaporkan meyakini virus corona yang mematikan kemungkinan berawal di sebuah fasilitas penelitian hanya 300 yard atau 274 meter dari pasar ikan Wuhan. Makalah mengejutkan dari Universitas Teknologi Cina Selatan yang disponsori Beijing menyebut, Pusat Pengendalian Penyakit Wuhan (WHCDC) bisa saja menjadi titik awal yang memicu penularan di Provinsi Hubei.

Makalah berjudul “Kemungkinan Asal Mula Coronavirus 2019-nCoV” yang ditulis dua sarjana Botao Xiao dan Lei Xiao mengklaim, WHCDC memelihara hewan yang menderita penyakit di laboratorium mereka, termasuk 605 kelelawar. Disebutkan juga  kelelawar  yang terkait dengan corona pernah menyerang seorang peneliti dan darah kelelawar dilaporkan mengenai kulitnya.

Sebelumnya pasar Wuhan menjadi sorotan.

Dikutip dari DailyMail belum lama ini, laporan juga menyebut, “Urutan genom pasien 96 persen atau 89 persen identik dengan virus corona kelelawar CoV ZC45 yang awalnya ditemukan pada Rhinolophus affinis (kelelawar tapal kuda).”

Ini menjelaskan bagaimana satu-satunya kelelawar spesies asli setempat ditemukan sekitar 600 mil jauhnya dari pasar seafood Wuhan. Paparan makalah juga menjadikan kemungkinan kelelawar terbang dari provinsi Yunnan dan Zhejiang menjadi sangat minim.

Jarak antara pasar dan lab.

Selain itu klaim warga biasa makan kelelawar pun disangkal oleh kesaksian 31 warga dan 28 pengunjung. Sebaliknya penulis merujuk penelitian yang tengah dilakukan dalam jarak beberapa ratus meter di WHCDC.

Salah seorang peneliti WHCDC bahkan mengaku dikarantina selama dua minggu setelah darah kelelawar mengenai kulit. Karantina juga kembali dilakukan kala kelelawar mengencingi peneliti yang sama.

Peneliti yang tak disebutkan namanya ini lebih lanjut menyebutkan adanya temuan kutu hidup pada kelelawar, sejenis parasit yang dikenal karena kemampuannya menularkan infeksi melalui darah hewan inang. WHCDC juga berdekatan dengan Rumah Sakit Union (Gambar 1, bawah) di mana kelompok dokter pertama terinfeksi selama epidemi.

Semua keluar rumah dengan perlindungan maksimal.

"Masuk akal jika virus bocor dan beberapa di antaranya mengontaminasi pasien awal dalam epidemi ini, meskipun bukti kuat diperlukan dalam penelitian di masa depan." Kemungkinan lainnya Institut Virologi Wuhan bisa saja ikut membocorkan virus, seperti yang sebelumnya dilaporkan MailOnline.

"Laboratorium melaporkan  kelelawar tapal kuda Cina adalah reservoir alami sindrom pernapasan akut parah virus corona (SARS-CoV) yang menyebabkan pandemi 2002-2003." Demikian dikutip dari laporan tadi.

Lab berlokasi tak jauh dari rumah sakit dan pasar.

Kutipan lain memaparkan, “Peneliti utama berpartisipasi dalam proyek yang menghasilkan virus chimeric dengan  menggunakan sistem genetika balik SARS-CoV dan dilaporkan potensi paparan pada manusia mencapai 10. Spekulasi langsung dari paparan ini adalah SARS-CoV atau turunannya kemungkinan bocor dari laboratorium.”

Laporan menyimpulkan virus pembunuh corona kemungkinan berasal dari laboratorium di Wuhan. Klaim muncul saat wabah kini telah menginfeksi lebih dari 69.000 orang di seluruh dunia dengan 1.665 kematian di Cina  sebagian besar di provinsi pusat wabah Hubei.

Editor: Mia Fahrani

  • BERITA TERKAIT

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR