Legislator PAN: "Wisata Seks Halal" Bogor Coreng Jawa Barat

Daerah

Senin, 17 Februari 2020 | 15:04 WIB

200217150456-legis.JPG

Robi Taufik Akbar

Anggota DPRD Jabar dari Fraksi PAN Ade Kaca

BADAN Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri mengungkap kasus tindak pidana perdagangan orang dengan modus kawin kontrak di wilayah Puncak, Bogor, Jawa Barat. Terbongkarnya praktik ini mendapat perhatian dan sorotan dari publik. 

Merespon terbongkarnya kasus tindak pidana "Wisata seks halal", anggota DPRD Jabar dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Ade Kaca mengatakan, sebagai wakil rakyat yang masuk dalam Komisi V DPRD Jabar, ia mengapresiasi upaya Mabes Polri dalam membongkar praktik haram itu.

"Apapun bentuknya kawin kontrak, yang jelas ada norma ytang dilanggar dan harus ditindak," ujarnya, Senin (17/2/2020).

Ade mengapresiasi sikap Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil yang merespon dengan cepat dan memberikan perhatian khusus. Itu merupakan tindakan yang tegas sebagai kepala daerah. 

"Beliau begitu respon terhadap persoalan sosial. Artinya hal sekecil apa pun tidak bisa lepas dari perhatian beliau. Itulah sejatinya pemimpin yang diharapkan rakyat Jawa Barat," ucapnya.

endati demikian, Ade Kaca sangat menyayangkan persoalan kawin kontrak yang terkesan dibiarkan oleh Pemerintah Kabupaten Bogor. Apalagi persoalan tersebut terjadi sudah lama.

"Dengan keadaan ini ada kesan Pemerintah Kabupaten Bogor tutup mata. Semoga semua pihak bisa mengambil hikmahnya serta mendapat pembelajaran untuk tidak terulang kembali. Mari kita sama-sama bersinergi secara utuh, baik pemangku kebijakan dari pusat, pemerintah provinsi dan pemerintah Kabupaten untuk sama-sama berkomitmen," ucapnya.

Ade menyatakan Komisi V DPRD Jabar akan meninjau secara langsung ke Bogor dan meminta informasi dari Dinas Sosial Jabar serta Dinas Pemberdayaan Perempuan Jabar.

"Kita akan lihat ke lokasi karena sudah jelas akibat hal itu nama baik dan citra Jawa Barat tercoreng," pungkasnya.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR