Ini Kiat Ridwan Kamil Cegah Praktik Prostitusi di Kawasan Puncak

Bandung Raya

Senin, 17 Februari 2020 | 14:44 WIB

200217144455-ini-k.jpg

dok

Gubernur Jabar Ridwan Kamil

GUBERNUR Jawa Barat (Jabar), Ridwan Kamil angkat bicara soal praktik prostitusi di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor. Sebagai salahsatu cara memberangus praktik kotor tersebut, pria yang disapa Emil itu menyatakan akan memasang baliho berisi tentang pencegahan atau peringatan agar orang tidak melakukan prostitusi.

"Kita juga akan tempel baliho untuk mengingatkan (agar tidak melakukan prostitusi di Puncak). Kedua kita sedang hitung juga dampak ekonominya berapa supaya kita akan geser ke ekonomi yang alternatif," tutur Emil, di Kota Bandung, Senin (17/2/2020).

Mantan Wali Kota Bandung itu menambahkan, upaya pemasangan baliho adalah langkah kecil yang dilakukan oleh dirinya untuk mencegah prostitusi di kawasan tersebut.

"Tapi minimal di Jabar saya gubernur kita akan usahakan. Soal berhasil tidak berhasil lihat nanti, yang penting kita kuat bebas dari citra negatif dan kegiatan mudarat," tambahnya.

Emil menuturkan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Kepolisian terkait kasus prostitusi di Kawasan Puncak, Bogor.

"Terus dengan Bareskrim juga sudah ditangkap itu (pelakunya prostitusi online di Puncak) juga diamankan. Proses ini akan kita teruskan dan rutinkan karena memang di Puncak Bogor dan Cianjur itu banyak," terangnya.

Pemprov Jabar, lanjut dia, juga sudah mengarahkan ke dinas terkait untuk melakukan pemberantasan kemaksiatan di Kawasan Puncak, Bogor

"Kita ingin hdup tenang, barokah. Hidupnya jauh dari maksiat karena branding negatif ini tidak bisa dibiarkan, Memang itu (prostitusi di Puncak), sudah ada dari saya jaman SD kalau lewat Bogor pasti ada 'vila, vila, vila' itu yah," ungkapnya.

Sebelumnya, Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Pol. Ferdy Sambo mengatakan kasus perdagangan orang di Puncak Bogor, Jawa Barat, yang berhasil diungkap bermodus memberikan layanan kawin kontrak atau jasa prostitusi di daerah Puncak dan Jakarta.

"‎Jadi para korban dipertemukan dengan tamu atau pengguna yang merupakan WN Arab yang ingin melakukan kawin kontrak ataupun 'booking out short time' di vila daerah Puncak atau di apartemen di kawasan Jakarta Selatan," kata dia di Jakarta, Jumat (14/2/2020).

Kasus ini terungkap bermula dari informasi beredarnya video di situs berbagi YouTube ‎yang menawarkan adanya wisata seks halal di Puncak, Bogor.

"Video ini beredar ke internasional bahkan ada testimoninya dari para korban‎," katanya.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR