Penghalang Luapan Sungai Cisunggalah Jebol, Ratusan Rumah Diterjang Banjir

Bandung Raya

Senin, 17 Februari 2020 | 13:56 WIB

200217135752-pengh.jpg

Engkos Kosasih

SEBANYAK 400 kepala keluarga atau sekitar 700 jiwa terdampak terjangan aliran deras luapan Sungai Cisunggalah di Kampung Muara RT 01/RW 02 dan Kampung Bojong Kesik RT 02/RW 18 Desa Panyadap Kecamatan Solokanjeruk Kabupaten Bandung pada Minggu (16/2/2020) pukul 17.00 WIB akibat jebolnya papan penghalang luapan air di sungai tersebut.

Papan yang jebol itu dipasang di atas jembatan penyeberangan, dengan kondisi jembatan yang rendah dan mudah diterjang derasnya aliran air sungai tersebut.

Buntut terjangan luapan aliran sungai tersebut, pada Senin (17/2/2020) pagi hingga siang, sejumlah warga terlihat membersihkan endapan lumpur dengan cara dimasukkan ke dalam karung. Satgas Citarum Harum, Satuan Polisi Pamong Praja, Linmas dan warga lainnya turut membantu penanggulangan pascaterjangan derasnya aliran air yang membawa muatan lumpur tersebut.

"Papan penghalang luapan air sungai sesaat setelah dipasang warga sempat bergeser, akibatnya air langsung meluap dan menerjang permukiman warga. Memang warga sudah biasa memasang papan penghalang luapan air ketika aliran air berpotensi meluap di saat memasuki musim hujan," kata Kepala Desa Panyadap Teddy Julia Taufik kepada galamedianews.com, Senin (17/2/2020).

Teddy menegaskan, terjangan luapan air yang mengalir dengan deras di permukiman warga itu, akibat jebolnya  papan penutup air. Derasnya aliran air di Sungai Cisunggalah itu setelah turun hujan deras di hulu sungai.

"Untuk penanggulangan ancaman banjir luapan Sungai Cisunggalah itu, kita sudah menyampaikannya ke Balai Besar Wilayah Sungai Citarum (BBWSC). BBWSC sudah menyanggupinya tahun ini, khususnya untuk pembangunan kirmir di kanan kiri aliran sungai tersebut untuk meminimalisir luapan air sungai. Pembangunan kirmirnya pun harus permanen karena masih banyak tanggul yang terbuat dari tanah sehingga rawan jebol," papar Teddy.

Ia pun menuturkan, pihak BBWSC pun sempat menyampaikan petunjuk solusi penanggulangan luapan air sungai ke permukiman warga.

"Salah satu solusi lainnya, membongkar jembatan yang terlalu rendah. Pembangunan akses jembatan pun ke setiap RW satu jembatan," katanya.


Editor: Brilliant Awal

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR