Hengki Kurniawan Minta Warganya Waspada Bencana

Bandung Raya

Senin, 17 Februari 2020 | 13:09 WIB

200217130933-hengk.jpg

WAKIL Bupati Bandung Barat, Hengki Kurniawan mengingatkan warga untuk selalu waspada menghadapi musim hujan. Terutama bagi warga yang tinggal di daerah rawan bencana,  baik longsor maupun banjir.

"Curah hujan tinggi masih akan berlangsung sampai Maret.Mencegah jatuhnya korban jiwa dan kerugian materi besar,  masyarakat selalu kita ingatkan untuk meningkatkan kewaspadaan. Jika hujan deras berlangsung lama, bagi warga yang tinggal di daerah rawan bencana,  saya sarankan untuk mengungsi,"  kata Hengki Kurniawan pada acara Talk Show Interaktif Manajemen Bisnis dan Pemanfaatan Teknologi yang diselenggarakan HIPMI Kabupaten Bandung Barat di Gedung HBS Cimareme, Senin (17/2/2020).

Hengki merasa prihatin dengan empat kejadian bencana dalam waktu hampir bersamaan di wilayah Kecamatan Padalarang dan Saguling. Ahad (16/2) sekitar pukul 17.00 WIB. Longsor dan banjir terjadi di Padalarang,  sedangkan satu kejadian longsor di Saguling.

"Saya atas nama pribadi maupun pemerintah merasa prihatin dengan kejadian bencana yang terjadi di sejumlah titik. Menghadapi situasi seperti ini, pemerintah melalui BPBD selalu merespon ceoat. Baik memberikan assessment, penyaluran bantuan sampai merehabilitasi infrastruktur yang rusak," paparnya.

Bencana tanah longsor dan banjir bandang yang menerjang wilayah Padalarang dan Saguling Ahad kemarin menyebabkan sejumlah  rumah rusak dan ruang kepala  SD Negeri 2 Gunungbentang Kecamatan Padalarang.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bandung Barat, Duddy Prabowo mengungkapkan, banjir bandang merobohkan tanggul di  perumahan Bumi Asri Residen. Berdampak pada warga Perumahan Balover Blok D RT. 02/ RW 20, Desa/Kecamatan. Padalarang.

"Reruntuhan tanggul menutup saluran air (drainase) sehingga air meluap berdampak ke Perumahan Baloper," kata Duddy.

Akibat kejadian itu, satu rumah rusak berat milik Mufida Nur (65) yang dihuni 6 jiwa. Sementara 10 rumah lainnya terdampak.

Pada waktu bersamaan hujan memicu terjadinya longsor Kampung Gunung Bentang RT 01/RW 23,  Desa Jayamekar Kecamatan  Padalarang.  Longsoran tanah menimpa ruangan Kepala Sekolah dan UKS di SD Negeri 2 Gunungbentang

"Tim BPBD dan aparatur kewilayahan telah melakukan assessment / kaji cepat ke lokasi dampak bencana," ucap Duddy

Masih di Kampung Gunungbentang, namun di  RT 04/RW  15. Desa Jayamekar, hujan menyebabkan sebuah tebing  mengalami longsor. Material longsor dari tebing yang memiliki ketinggian sekitar 20 meter dan lebar 25 meter merusak tiga rumah

"Untuk warga terdampak sudah diungsikan ke tempat yang lebih aman karena dikhawatirkan terjadi longsor susulan," kata Duddy.

Bencana tanah longsor juga terjadi di Kecamatan Saguling. Penyebabnya,  intensitas hujan tinggi dengan durasi waktu yang lama serta tanah labil.
Hujan menyebabkan tebing di akses  jalan kabupaten arah Bojonghaleang menuju arah Cikande, Kecamatan Saguling longsor.  Tinggi longsoran  sekitar 10 meter  dan  lebar 6 meter.

"Jalan sempat terputus  Alhamdulillah kondisi sekarang sudah dapat di lalui kendaraan roda 2 dan roda 4. Material longsor sudah kira singkirkan  dengan cara gotong royong  antara pihak desa dan perumahan," ungkapnya.

Anggota DPRD Kabupaten Bandung Barat Nur Djulaeha sempat meninjau ke lokasi bencana di Baloper. Wakil rakyat dari Fraksi PKS ini berdialog dengan warga yang menjadi korban

"Saya tidak bisa membayangkan air setinggi dua meter datang menerjang. Kejadian ini semoga tidak terulang kembali, masyarakat dapat kembali beraktivitas normal tanpa khawatir setiap hujan turun bencana bakal mengancam," kata Nur.

Editor: Brilliant Awal

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR