TKI Asal Tasikmalaya Ingin Segera Kembali ke Wuhan

Daerah

Senin, 17 Februari 2020 | 08:58 WIB

200217085843-tki-a.jpg

ULUS Risdiana (34) salah seorang warga Kampung Menol Desa Tobongjaya Kecamatan Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya yang menjadi TKI di Wuhan, Cina kembali ke kampung halaman, Sabtu (15/2/2020).

Ia kembali ke Tasikmalaya setelah sempat menjalani karantina di Pulau Natuna Kepulauan Riau. Namun dirinya tidak kapok untuk kembali bekerja ke Wuhan, Cina.

Hal itu apabila status di Wuhan sudah dinyatakan aman oleh Pemerintah Republik Indonesia.

"Saya ingin secepatnya bisa kembali ke Wuhan, kalau statusnya sudah dinyatakan aman oleh pemerintah. Saat ini di Indonesia dulu," demikian diungkapkan Ulus, kepada wartawan Minggu (16/2/2020).

Ia ingin berangkat kembali ke Wuhan tersebut, sebab masih tercatat sebagai karyawan perusahaan elektronik di sana. Diketahui Ulus masih bekerja di perusahaan elektronik Snizer Electronic di Wuhan, Cina.

Tanggungjawab yang masih diembannya sebagai panggilan jiwanya bekerja sebagai TKI. Ulus termasuk dari 238 WNI yang sempat menjalani observasi karantina virus Corona di Natuna Kepulauan Riau.

Ia berterimakasih kepada pemerintah Indonesia, sebab telah bertindak cepat dengan mengevakuasi dirinya bersama ratusan WNI lainnya ke Indonesia.

Ulus dipulangkan bersama ratusan WNI lainnya menggunakan pesawat Hercules milik TNI AU dari Natuna ke Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta.

Para WNI tersebut telah menjalani pengecekan kesehatan terakhir di Natuna, dan dinyatakan sehat serta bebas dari virus Corona yang menyebabkan 600 lebih nyawa manusia melayang.

Di kampung halamannya, desa tempat tinggal Ulus Rusdiana mengaku akan menerimanya Ulus karena sudah terbebas dari virus mematikan tersebut.

Kepala Desa Tobongjaya, Dedi Rohmatandi mengatakan, Ulus Rusdiana merupakan salah satu warganya di Desa Tobongjaya Kecamatan Cipatujah. Pihaknya mengetahui jika di China terjadi penyebaran virus Corona, sehingga Ulus harus dipulangkan dan sempat menjalani karantina serta diobservasi terlaebih dahulu di Pulau Natuna, Kepulauan Riau.

"Ya, Ulus warga desa kami, anak dari Karmin. Dia (Ulus, red) sudah 4 tahun bekerja menjadi TKI di Wuhan atau Beijing, China," katanya.

Dedi mengatakan, pihak desa baru mengetahui kabar akan dipulangkannya Ulus pada Jumat (14/2/2020) malam dari petugas Dinas Sosial Kabupaten Tasikmalaya.

Saat itu diketahui bila Ulus telah menjalani karantina selama 14 hari sebelum dipulangkan ke Tasikmalaya.

Adanya kabar bahwa warganya sempat dikarantina karena khawatir terkena virus Corona, kata Dedi, pemerintah desa tetap akan menerima.

Sebagaimana isu yang berkembang bahwa virus Corona itu sangat mematikan. "Ulus ini adalah warga kami. Tetap akan kami diterima," katanya.

Hal itu karena, memang Ulus sudah menjalani observasi dan karantina. Hingga dinyatakan bebas dari terjangkit virus Corona. "Artinya dengan alasan apapun pihak desa akan terima kedatangan Ulus," katanya.

Editor: Brilliant Awal

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR