Dampak Hujan Deras, Ribuan Rumah Diterjang Banjir di Kabupaten Bandung

Bandung Raya

Minggu, 16 Februari 2020 | 18:40 WIB

200216184451-dampa.jpg

PUSDALOPS Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung terus melakukan pemantauan kondisi cuaca di 31 kecamatan di Kabupaten Bandung, yaitu berpotensi hujan dan longsor.

Sejak Minggu (16/2/2020) siang hingga malam, terpantau di kawasan Pangalengan, Soreang, Cileunyi, Baleendah, Ibun, Paseh, Rancaekek, Cikancung, Arjasari, Nagreg dan Majalaya berpotensi berawan hingga turun hujan.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Bandung Drs. H. Akhmad Djohara, M.Si.,mengatakan dari hasil monitoring dan pemantauan di lapangan, tiga kecamatan di cekungan Bandung yakni Kecamatan Dayeuhkolot, Baleendah dan Bojongsoang Kabupaten Bandung kembali diterjang banjir luapan Sungai Citarum dan anak sungai.

"Dari hasil pemantauan di lapangan sejak pukul 07.30 sampai 15.30 WIB, di Kecamatan Dayeuhkolot sebanyak 1.413 kepala keluarga (KK) atau 5.260 jiwa kembali terdampak banjir. Dengan tinggi muka air antara 20-100 cm. Puluhan sarana umum, seperti masjid, madrasah, paud dan TK juga turut tergenang banjir.Sebabyak 57 KK atau 160 jiwa mengungsi di Aula Kecamatan Dayeuhkolot," kata Akhmad kepada galamedianews.com di Baleendah, Minggu sore.

Menurutnya, ribuan warga yang terdampak banjir itu tersebar di Di Desa Dayeuhkolot, Citeureup, Kelurahan Pasawahan dan Kelurahan Cangkuang Wetan Kecamatan Dayeuhkolot.

Di Kecamatan Baleendah, hanya Kelurahan Andir dan Baleendah yang menjadi langganan banjir. Yaitu sebanyak 4.434 KK atau 16.426 jiwa yang terdampak banjir luapan Sungai Citarum.

"Sebanyak 58 KK (160 jiwa), terpaksa mengungsi ke gedung Inkanas setelah 3.542 rumah, 19 sekolah, 29 tempat ibadah terendam banjir dengan ketinggian 20-100 cm," jelas Akhnad.

Sementara itu di Kecamatan Bojongsoang, yakni Desa Bojongsoang dan Desa Tegalluar terdampak banjir sebanyak 1.880 rumah.

"Di Kecamatan Bojongsoang sebanyak 2.300 KK dan 7.321 jiwa terdampak banjir dengan ketinggian 10-80 cm," katanya Akhmad juga turut menjelaskan, dampak banjir rutin itu memutus lalulintas kendaraan di Jalan Andir-Katapang. Sedangkan Jalan Raya Dayeuhkolot, tepatnya di depan Metro Garmen dengan ketinggian air 20 cm masih bisa dilalui kendaraan.

Termasuk Jalan Raya Banjaran-Dayeuhkolot masih bisa dilalui kendaraan. BPBD juga turut melaporkan bencana alam longsor di Kampung Bukit Mulya Kelurahan Manggahang Kecamatan Baleendah, Sabtu (15/2/2020) pukul 15.30 WIB.

'Bencana longsor itu akibat turun hujan dengan intensitas deras sejak pukul 14.00 WIB, menyebabkan tebing dalam kondisi labil di belakang rumah warga longsor," katanya.

Dampak dari bencana longsor setinggi 20 cm itu, imbuh Akhmad, empat rumah mengalami rusak ringan pada bagian belakangnya. Keempat rumah itu milik Ruli, Amat, Entah dan Ati.

Sementara itu di Kampung Lio RT 02/RW 08 Desa Citaman Kecamatan Nagreg tanggul jebol, Sabtu pukul 16.40 WIB.

"Tanggul jebol itu akibat hujan deras sehingga debit air anak sungai meluap dan membawa material tanah, sehingga air menggenangi permukiman dan sawah," jelasnya.

Kondisi serupa tanggul jebol di Kampung Sukalaksana RT 01/RW 11 Desa Margamulya Kecamatan Pasirjambu, Sabtu pukul 15.40 WIB.

"Tanggul jebol itu akibat hujan deras sehingga debit air anak sungai meluap dan membawa material tanah dari tembok penahan tebing yang terkikis luapan air. Akibat tanggul jebol itu material tanahnya menutupi badan Jalan Desa Margamulya sepanjang 5 meter dengan tinggi 10-15 cm," pungkasnya.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR