Kado Istimewa KA Uap Kuna "Joko Kendil" untuk Hari Jadi Kota Solo ke-275

Nasional

Minggu, 16 Februari 2020 | 18:32 WIB

200216183628-kado-.jpg

Tok Suwarto

Dirut PT KAI Edi Sukmoro bersama Wakil Wali Kota Solo Achmad Purnomo dalam peresmian rangkaian KA wisata dengan lokomotif uap kuna Joko Kendil

SEHARI menjelang peringatan Hari Jadi Kota Solo yang ke-275 yang tepatnya jatuh pada tanggal 17 Februari 2020, warga Kota Solo mendapat kado istimewa berupa satu rangkaian kereta api (KA) uap kuna berusia sekitar seabad.

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI), Edi Sukmoro, menyerahkan kado istimewa itu kepada Wakil Wali Kota Solo, Achmad Purnomo, di jalur rel KA dalam Kota Solo, di depan rumah dinas Wali Kota Solo, Loji Gandrung, Minggu (16/2/2020), sekaligus meresmikan rangkaian KA dengan nama "Joko Kendil" tersebut sebagai KA wisata. 

Edi Sukmoro menyatakan, KA uap kuna sebagai salah satu wahana wisata, cukup diminati para wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. Dia berharap pengoperasian KA wisata Joko Kendil dapat semakin menggairahkan pariwisata di Kota Solo.  

"Lokomotif kuna yang digunakan untuk KA wisata Joko Kendil cukup istimewa, yaitu menggunakan lokomotif seri D 1410 yang telah berusia 99 tahun. Itu satu-satunya seri D 1410 di dunia yang masih bisa jalan," katanya. 

Sedangkan gerbong penumpang yang dirangkai dengan lokomotif kuna itu tidak kalah tua. Dirut PT KAI menyebut, rangkaian KA Joko Kendil menggunakan gerbong buatan Beynes, Belanda, yang diproduksi pada 1938 yang oleh perusahaan KA waktu itu gerbong tersebut merupakan kategori gerbong kelas mewah.

Vice President PT KAI Daop 6 Yogyakarta, Eko Purwanto, mengungkapkan, kereta uap berbahan bakar kayu Joko Kendil,  merupakan satu-satunya lokomotif tipe D14 yang masih ada di Indonesia.

Rangkaian KA Joko Kendil yang direstorasi di Balai Yasa Yogyakarta selama 9 bulan dari bulan Februari sampai November 2019, terdiri dari sebuah lokomotif kuna berusia 124 tahun dan dua gerbong kayu.

Pada masa Kolonial, lokomotif uap tipe D14 yang dioperasikan di Indonesia berasal dari dua pabrikan berbeda, yaitu Lokomotif D14 yang bernomor seri 01 sampai 12 dibuat pabrikan Hanomag, Jerman, pada tahun 1921.

Sedangkan seri 13 sampai 24 merupakan buatan Belanda pada tahun 1922. 

"Restorasi dilakukan tenaga ahli Balai Yasa Yogyakarta dan juga memanggil ahli-ahli lokomotif uap yang sudah purna untuk bertukar pikiran. Kami berharap dengan selesainya restorasi ini bisa menambah semarak wisatawan untuk berkunjung ke Solo," ujarnya. 

Wakil Wali Kota Solo, Achmad Purnomo, menyatakan, kehadiran rangkaian KA Joko Kendil dengan lokomotif uap D1410, melengkapi armada pariwisata di Kota Solo. Sebelumnya di Kota Solo sudah dioperasikan rangkaian KA wisata yang menggunakan lokomotif uap dengan nama Sepur Kluthuk "Jaladara".

  "KA wisata dengan lokomotif uap kuna itu nanti, supaya bisa digunakan masyarakat dan menambah kunjungan wisatawan baik dari Kota Solo maupun luar Kota Solo," jelasnya. 

Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, menyatakan, KA wiaata antik tersebut akan melayani para wisatawan dengan rute Stasiun Purwosari sampai Stasiun Solo Kota di Sangkrah sejauj sekitar 7 kilometer. Jika kondisi jalur rel memungkinkan, dia mengisyaratkan perjalanan bisa diperpanjang sampai Wonogiri. 

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR