Satgas Citarum Harum dan Komunitas Pemuda Bersihkan Sampah dan Buat Lubang Biopori

Bandung Raya

Minggu, 16 Februari 2020 | 14:20 WIB

200216142040-satga.jpg

Engkos Kosasih

SATGAS Citarum Harum Sektor 4/Majalaya dan komunitas pemuda "Muda Berani Muda Berbakti" melaksanakan kerja bhakti di kawasan Alun-alun Majalaya Desa/Kecamatan Majalaya Kabupaten Bandung, Minggu (16/2/2020).

Selain itu, mereka pun memberikan bantuan 8 tong sampah yang disiapkan di Alun-alun Majalaya dan 15 tabung biopori yang ditanam di lubang biopori. Hal itu dilakukan di kawasan Alun-Alun Majalaya sering terjadi genangan air disaat turun hujan deras.

Saat ini kondisi alun-alun kurang terawat serta banyak ditumbuhi rumput ilalang dan dedaunan kering yang berjatuhan dari pohonnya. 

Koordinator Muda Berani Muda Berbakti Winda Amalia Alfurqon mengatakan, setiap manusia menghasilkan sampah, namun masih banyak yang belum sadar bahwa sampah harus diperlakukan secara bijak. 

"Kita harus bijak memperlakukan sampah yang dihasilkan sehari-hari, baik sampah berasal dari rumah tangga yakni sisa-sisa memasak, bisa juga dari saat mengkonsumsi makanan yang dipinggir jalan,” kata Winda kepada wartawan di Alun-Alun Majalaya, Minggu siang. 

Ia menilai, aktifitas ekonomi yang ada di Alun-Alun Majalaya yang sebagian besar adalah pedagang kaki lima ada yang jualan perlengkapan fashion, kuliner, buah-buahan dan lain-lain dipastikan akan menghasilkan sampah. 

"Belum lagi bila ada transaksi kuliner yang membutuhkan kantong plastik atau sisa makanan yang harus terbuang. Dibuangnya belum disiplin dan dibuang pada tempatnya yakni tong sampah,” kata Winda.

Dengan menyumbangkan 8 tong sampah yang diletakkan di Alun-alun Majalaya, Winda berharap warga bisa belajar disiplin memperlakukan sampah dengan bijak, yaitu membuang sampah pada tong sampah yang telah disediakan.

"Mengingat, kebiasaan membuang sampah sembarangan, di selokan yang merupakan tempat saluran air hujan, di pinggir jalan bahkan di tempat-tempat yang tidak pantas untuk tempat sampah kadang dengan sengaja dilakukan. Mereka selalu melontarkan jawaban klasik dari yang sering terdengar, 'tidak ada tempat sampahnya', 'kan sudah ada petugas kebersihan', bahkan ada yang tidak peduli-asal buang saja. Sebagai mahluk yang bermartabat harusnya sudah disadari bahwa sampah akan menjadi musuh bila tidak diperlakukan secara bijak,” urai Winda. 

Menurut Winda, tabung biopori yang dipasang di kawasan Alun-alun Majalaya juga dapat dimanfaatkan untuk menyimpan sisa makanan dan sebagai penyimpan air. Karena kondisi Alun-alun yang lebih rendah dari jalan, maka setiap hujan dipastikan menimbulkan genangan air.

Sementara itu Komandan Sektor 4 Satgas Citarum Harum  Kolonel Inf Asep Nurdin melalui Satgas Sektor 4 Sub Desa Majalaya, Serda Muhidin mengatakan kegiatan membersihkan Alun-alun Majalaya dari sekumpulan pemuda dan pemudi yang menamakan dirinya Muda Berani Muda Berbakti semoga menjadi inspirasi bagi semuanya agar bijak memperlakukan sampah.

"Tong sampah dan tabung biopori merupakan salah satu solusi dalam mengelola sampah bisa dilakukan nantinya di rumah masing-masing. Karena dengan mendisiplikan bisa mengelola sampah rumah tangga akan mengurangi beban petugas sampah dalam mengelolanya," katanya. 

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR