Selama 2019, BPJamsostek Bandung Suci Salurkan Beasiswa Rp2,48 Miliar

Bandung Raya

Sabtu, 15 Februari 2020 | 21:30 WIB

200215213057-selam.jpg

Kepala BPJamsostek Kantor Cabang Bandung Suci, Suhedi

BPJamsostek melalui Kantor Cabang Bandung Suci, terus berupaya memberikn perhatiannya bagi anak yang putus sekolah. Terutama, bagi anak peserta BPJamsostek  yang meninggal dunia atau cacat total tetap, akibat kecelakaan kerja dengan memberikan melalui program bantuan beasiswa.
 
Kepala BPJamsostek Kantor Cabang Bandung Suci Suhedi mengatakan selama tahun 2019, tak kurang dari Rp 2,48 miliar beasiswa yang telah dikucurkan untuk 207 anak. Hal ini, tentunya bagi mereka yang ditinggal orang tua karena meninggal dunia atau cacat total tetap akibat kecelakaan kerja.

“Pemberian Beasiswa ini, ditahun 2019 hanya untuk satu anak peserta saja sebesar Rp12 juta. Tahun ini, rencananya akan ditingkatkan menjadi maksimal Rp 174 juta untuk 2 (dua) orang anak,” katanya.

Dengan berlakunya Peraturan Pemerintah tentang Penyelenggaran Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Kematian saat ini, katanya, meliputi perlindungan dari risiko kecelakaan kerja. Tentunya, bagi pekerja hingga ahli waris yang ditinggalkan, baik janda, dunda sampai perlindungan berupa beasiswa bagi anak ahli waris yang ditinggalkan.

“Bantuan beasiswa tersebut, merupakan manfaat program JKK yang mendapatkan kenaikan cukup signifikan, dalam Peraturan Pemerintah No. 82 Tahun 2019. Sebelumnya, bantuan beasiswa diberikan sebanyak Rp 12 juta untuk 1 (satu) orang anak, kiini meningkat sebesar Rp 174 juta untuk 2 (dua) orang anak. Sehingga kenaikan manfaat beasiswa BPJamsostek ini, mencapai 1350%,” papar Suhedi.

Suhedi menambahkan BPJamsostek dan pemerintah sangat berharap dengan adanya beasiswa ini, pendidikan anak-anak peserta yang meninggal dunia atau cacat total tetap akibat kecelakaan kerja, akan lebih terjamin dengan adanya pemberian beasiswa ini. Tingkatan pemberian beasiswa pada anak pekerja ini tentunya berbeda-beda.

“Pertama, pendidikan TK - SD atau sederajat sebesar Rp 1,5 juta per tahun, untuk setiap orang, dengan pendidikan maksimal 8 tahun. Kedua, SLTP atau sederajat Rp2 juta per orang per tahun, maksimal 3 tahun. Ketiga, SLTA atau sederajat sebesar Rp3 juta per tahun, selama 3 tahun. Keempat, Strata 1 atau pelatihan sebesar Rp12 juta per tahun, pendidikan maksimal 5 tahun,” paparnya.

Pengajuan klaim beasiswa ini, dilakukan setiap tahun dan bagi anak dari peserta yang belum memasuki usia sekolah hingga SD. Saat peserta meninggal dunia atau cacat total, beasiswa akan diberikan saat anak memasuki usia sekolah. Pemberian beasiswa ini juga, berakhir saat anak mencapai usia 23 tahun, atau menikah/bekerja.

"Tentunya, dengan begitu tak ada lagi cerita anak-anak putus sekolah,  akibat orang tuanya meninggal atau cacat total akibat kecelakaan kerja. Kami juga patut merasa bersyukur bisa membantu anak-anak bisa melanjutkan studinya hingga mimipi dapat diraih, bagi anak Indonesia yang selalu menatap masa depan dengan suka cita,” kata Suhedi. (Krisbianto).**

KEPALA BPJamsostek Kantor Cabang Bandung Suci, Suhedi

Editor: Brilliant Awal

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR