Tim Gabungan Lakukan Gerakan Pengendalian Hama WBC, Tikus, dan Ulat Grayak

Bandung Raya

Jumat, 14 Februari 2020 | 19:33 WIB

200214193446-tim-g.jpg

Engkos Kosasih

BRIGADE Perlindungan Tanaman Sabilulungan bersama Dinas Pertanian Kabupaten Bandung terus-menerus melaksanakan gerakan pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (OPT) di sejumlah tempat di Kabupaten Bandung. Dalam gerakan pengendalian OPT ini, juga melibatkan petugas Pengendali OPT, Petugas Penyuluh Lapangan (PPL), dan kelompok tani setempat. Selain itu hadir dari petugasna Koordinator Satuan Pelaksana BPTPH.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bandung A Tisna Umaran, melalui Kabid Sarana Prasarana Dinas Pertanian Kabupaten Bandung Yayan Agustian mengatakan, baru-baru ini tim gabungan melaksanakan gerakan pengendalian OPT itu, di lahan pertanian padi sawah Kelompok Tani Karyatani Kampung Karamat, Desa Lebak Muncang, Kecamatan Ciwidey. Dengan luas pengendalian 13 hektare lahan pertanian padi sawah varietas lokal umur 60 hari setelah tanam.

"Lahan pertanian padi pada kelomok tani karya tani tersebut, kita berusaha untuk mewaspadai ancaman OPT pada jenis wereng batang coklat (WBC). Sebenarnya, di kawasan lahan pertanian padi sawah itu belum ada populasi (status waspada) serangan hama WBC. Kita baru melaksanakan antisipasi, jangan sampai terjadi serangan hama WBC yang dapat mengancam kerusakan pada tanaman pertanian padi," kata Yayan didampingi Kasi Perlindungan Tanaman Pertanian Ir. Agus Lukman kepada galamedianews.com di Soreang, Jumat (14/2/2020).

Yayan mengatakan, serangan hama tanaman berupa WBC itu, bisa menyerang tanaman padi usia sebulan. Untuk menghindari ancaman gagal panen, lanjut Yayan, lebih dini tim gabungan melakukan gerakan pengendalian pada tanaman padi tersebut. Yaitu dengan cara melakukan penyemprotan pada lahan pertanian padi yang melibatkan para petani.

"Untuk mencegah hama WBC, para petani pun terlihat aktif melakukan gerakan pemgendalian. Kita pun di lapangan melakukan pembinaan kepada para petani sebagai upaya dini pencegahan hama tanaman berupa WBC, yang dapat menyerang tanaman padi tersebut. Mengingat hama WBC dapat memgurangi produksi," katanya.

Selain pengendalian pada hama WBC, imbuh Yayan, tim gabungan juga melakukan pengendalian hama tanaman berupa tikus. Di antaranya pada lahan pertanian padi di Kecamatan Cangkuang dan Banjaran.

"Di kawasan tersebut sudah mulai ada hama tikus yang berpotensi menyerang tanaman padi. Karena tanaman padinya baru berusia beberapa minggu, hama tikus itu tak memakan tanaman padi. Melainkan memotong batang tanaman padi. Sepertinya, tikus itu hanya mengasah giginya, karena belum ada makanan pada tanaman padi yang berusia beberapa hari tersebut," katanya.

Seperti biasa, kata Yayan, pengendalian hama tanaman itu dengan cara melakukan pengemposan pada bagian lubang atau sarang tikus. "Dengan cara pengemposan itu, hama tikus cepat mati," ucapnya.

Disamping pengendalian hama WBC dan tikus, kata Yayan, pihaknya pun terus mengerahkan para petani untuk sama-sama mengendalikan hama ulat grayak pada tanaman jagung. "Di beberapa lokasi tanaman jagung, ulat grayak mulai menyerang tanaman jagung. Seperti di kawasan Nagreg dan Cikancung," katanya.

Ia mengatakan, ulat grayak sangat berpotensi merusak tanaman jagung dan gagal panen. "Soalnya, ulat grayak itu langsung memakan tunasnya, sehingga pertumbuhan tanaman jagung pun terganggu. Maka salah satu cara untuk mengendalikan ulat grayak melalui penyemprotan. Dengan penyemprotan, ulat grayak bisa cepat mati," pungkasnya.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR