Longsor di Cikalongwetan, Akses Jalan Kabupaten Sempat Terputus

Bandung Raya

Jumat, 14 Februari 2020 | 18:11 WIB

200214181128-longs.jpg

Cecep Wijaya/"PR"

LONGSOR menimpa bahu jalan penghubung antara Desa Puteran, Kecamatan Cikalongwetan dan Desa Ciharashas, Kecamatan Cipeundeuy, Kabupaten Bandung Barat. Akibat longsor, jalan penghubung kedua desa tersebut tertutup material tanah merah.

Kepala Desa Puteran Yandi Handiana mengungkapkan, longsor dari tebing setinggi 30 meter dan panjang 600 meter itu terjadi beberapa kali, terakhir pada Kamis (13/2/2020).

"Dalam sehari kemarin, longsor bahkan terjadi tiga kali dan didominasi material tanah dan batu," kata Yandi, Jumat (14/2/2020).

Menurut Yandi, longsor tersebut berada di dekat proyek kereta cepat Jakarta-Bandung. Akibat longsor, jalan penghubung dua kecamatan tersebut sempat lumpuh, tidak bisa dilalui kendaraan.

Lantaran berada dekat poryek Kereta Cepat Indonesia Cina (KCIC), pembersihan material longsor dibantu oleh KCIC. "Kami minta bantuan alat berat untuk menyingkirkan material longsor. Sebelumnya, jalan tidak bisa dilalui sama sekali. Tapi sejak siang kemarin, sudah bisa dilalui," ujar Yandi seperti ditulis wartawan "PR", Cecep Wijaya.

Sementara itu, penanganan longsor di Desa Sukatani, Kecamatan Ngamprah dekat Jalan Tol Purbaleunyi akan dilakukan bersama-sama antara pemerintah daerah dan PT Jasa Marga. Pemerintah desa setempat berharap agar penanganan tersebut segera terealisasi, terutama bantuan bagi para korban yang terdampak.

"Kami ucapkan terima kasih kepada Pemkab Bandung Barat dan Jasamarga atas perhatiannya mudah-mudahan apa yang sudah disepakati bisa terlaksana dengan baik," kata Kepala Desa Sukatani, Dede Supriadi.

Dia mengungkapkan, pihaknya juga sudah membentuk panitia kecil untuk penerimaan bantuan bagi warga yang terdampak musibah. Dia juga mengklarifikasi, tidak ada korban jiwa dalam bencana ini. Hanya sejumlah rumah warga dan areal pertanian yang terdampak.

"Yang sangat dibutuhkan saat ini adalah biaya untuk perbaikan rumah adapun yang terdampak ada 2 rumah yang tertimbun dan 4 rumah rusak berat," katanya.

Sejumlah bantuan dari berbagai pihak terus mengalir untuk korban terdampak longsor di Desa Sukatani. Di antaranya, dari anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Elin Suharliah.

"Saya sebagai wakil KBB mendengar adanya musibah yang menimpa warga RW 04 Desa Sukatani dan kebetulan saat kejadian sedang bertugas di luar kota dan baru hari ini saya bisa berkunjung ke lokasi," kata Elin.

Dia berharap, Pemerintah Bandung Barat bisa segera menanggulangi dampak bencana, seperti perbaikan saluran air dan rumah-rumah warga yang rusak.

"Mudah-mudahan bisa segera ditangani, kalau sudah betul-betul aman warga yang terdampak bisa membangun kembali rumahnya dan ini tidak luput dari perhatian dan bantuan aparat yang terkait," pungkasnya.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR