Jadi Sekda Jabar, Setiawan Janji Tak Akan Berpolitik

Bandung Raya

Jumat, 14 Februari 2020 | 18:15 WIB

200214180757-jadi-.jpg

Darma Legi

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (kanan) bersalaman dengan Sekda Jabar yang baru, Setiawan Wangsaatmadja di Aula Barat Gedung Sate, Jln. Diponegoro, Kota Bandung, Jumat (14/2/2020).

SEKRETARIS Daerah (Sekda) Jawa Barat yang baru, Setiawan Wangsaatmaja siap berkomitmen untuk tidak terjun pada politik praktis. Bahkan dia pun akan tegas menindak ASN yang terlibat dalam politik praktis.

"Memang dalam azas Undang-Undang ASN dan kode etik kita yang pertama ASN ini harus benar-benar netral dan itu harus dipegang. Salahsatunya kan dalam menyusun itu saya terlibat jadi saya sangat ingat betul kalau ASN terlibat dalam politik praktis itu saya stop," tutur Setiawan usai pelantikan di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jumat (14/2/2020).

Selebihnya, kata Setiawan, ia akan menjalankan amanat langsung dari gubernur yaitu menjalankan birokrasi dengan baik. Pelayanan publik lebih baik itu yang diharapkan oleh bapak gubernur.

"Bagi saya Jabar tidak asing lagi. Kemarin kita sama sama dengar visi misi pak gubernur dan pak wagub terutama harus saya aplikasikan dan kita jalankan. Pertama tugas fungsi sekda sendiri kan membantu kepada daerah baik gubernur maupun wakil gubernur dalam hal penyusunan kebijakan maupun koordinasi administratif untuk OPD. Tentu saja harapan yang paling utama adalah bagaimana kita bisa bersinergi satu sama lain. Jadi saya sebagai sekda harus punya peran bagaimana membantu kepala daerah untuk mensinergikan seluruh OPD," paparnya seperti ditulis wartawan "PR", Novianti Nurulliah.

Persoalan di Jabar, tambah Setiawan, tekanan penduduk ini menjadi nomor satu untuk Jabar. Jadi presure dari penduduk ini tentu akan mengubah atau menekan ke banyak lahan.

"Saya melihat dari sisi saya sebagai kepada badan lingkungan dulu, ya masalah lingkungan ini perlu diperhatikan. Kurang lebih seperti itu," kata dia.

"Pesannya yang tadi saya sangat mendengarkan sekali apa yang menjadi concern pak gubernur dan tentu saja saya tidak bisa bergerak sendiri. Pak Daud juga masih di sini, saya juga masih akan bertanya kepada teman teman yang ada di sini terkait Jabar ini," sambung Setiawan.

Diakuinya, untuk memetakan persoalan di Jabar dia diberikan waktu satu pekan berkomunikasi dengan elemen pemerintah maupun DPRD.

"Deadlinennya satu Minggu untuk memetakan itu semua untuk berlari bersama sama. Cuma mungkin kurang saya sih mudah mudahan enggak sampai seminggu," katanya.

Sementara itu, terkait dengan bekal sebagai mantan aparat pemerintah pusat, Setiawan pernah bertugas tujuh tahun di pusat. Dia mengaku akan terus menjaga networking atau jaringan di sana.

"Saya tidak akan putus, akan saya jalin terus dan mudah-mudahan akan berdampak positif," ujarnya.

Adapun nilai yang dia bawa sejak menjabat deputi di kementerian, cukup banyak. Di antaranya dia baru akan mengudangkan Undang-Undang ASN.

"Tentu saja nilai di situ sangat luas. Sebut saja salahsatunya adalah merit sistem. Jadi bagaimana kita mengelola SDM apartur di Jabar berdasarkan sistem merit. Jadi sistem merit ini yang akan menumbuhkan katakanlah rasa persaingan bagi yang punya prestasi lebih berprestasi yang kurang berprestasi dia akan mengejar agar lebih berprestasi. Saya rasa Jabar juara ini kuncinya ada di SDM," pungkasnya.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR