Dampak Virus Corona, Harga Sawit Riau Turun

Nasional

Jumat, 14 Februari 2020 | 18:46 WIB

200214174708-dampa.jpg

indonesia.go.id

ilustrasi

HARGA sawit Riau dalam pekan ini tercatat mengalami penurunan. Dari sejumlah penyebab, salahsatunya dipicu wabah virus corona di Cina.

Kondisi itu berdampak adanya kekhawatiran penurunan permintaan minyak sawit. Pasalnya, Cina merupakan pembeli minyak nabati terbesar kedua di dunia setelah India.

"Turunnya pembelian komoditas nonmigas itu, karena konsentrasi Cina lebih pada upaya mengatasi mewabahnya penyakit akibat virus corona itu," kata Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Provinsi Riau, Ferry HC Erna Putra dalam keterangannya di Pekanbaru, Riau, Jumat (14/2/2020).

Menurut dia, harga minyak nabati lain seperti minyak kedelai juga mengalami penurunan di bursa Cina. Selain itu, kata Ferry lagi, mulai pemberlakuan bea keluar CPO juga ikut menjadi sentimen negatif.

Kementerian Perdagangan mencatat harga referensi CPO pada Februari 2020 sebesar 839,69 dolar AS per metrik ton (MT) atau di atas 750 dolar AS/MT.

"Harga referensi CPO pada Februari 2020 sebesar 839,69 dolar AS per MT itu naik dibandingkan periode Januari yang tercatat sebesar 729,72 dolar/MT," katanya dan menambahkan dengan kenaikan harga tersebut, pemerintah memberlakukan bea keluar CPO sebesar 18 dolar AS per MT.

Ia menyebutkan, harga tandan buah segar sawit Riau untuk umur 10-20 tahun tercatat kini masih Rp 1.865,81/kg, dengan indeks K sebesar 87,85 persen, atau harga CPO sebesar Rp 8.522,85/kg dan harga kernel Rp 4.679,60/kg.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR