Kabupaten Bekasi Masih Kekurangan RTH

Daerah

Jumat, 14 Februari 2020 | 17:48 WIB

200214173451-kabup.jpg

republika

ilustrasi

KABUPATEN Bekasi masih kekurangan ruang terbuka hijau. Dari jumlah ideal 30 persen dari total wilayah, RTH di daerah yang dikenal sebagai kawasan industri terbesar ini baru mencapai 16,97 persen.

Kendati demikian, Pemerintah Kabupaten Bekasi mengklaim penambahan RTH terus dilakukan dengan membangun sejumlah taman tematik. Penambahan RTH pun tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Bekasi tahun 2017-2022.

Kepala Bidang Bina Program Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Agus Budiono menuturkan, Pemkab Bekasi selalu berkomitmen untuk mencukupi kebutuhan RTH. Hal itu terlihat dari peningkatan luas RTH dalam dua tahun terakhir.

"Tahun 2017 jumlah RTH hanya mencapai 15 persen namun saat ini sudah 16,97 persen. Artinya setiap tahun terus bertambah untuk RTH. Peningkatan ini terus dilakukan dan tertuang dalam RPJMD. Jadi ada koridornya, rencananya jelas ada," ucap Agus, Jumat (14/2/2020).

Pada tahun ini, kata dia, setidaknya Rp 37 miliar dialokasikan untuk pembebasan lahan sekitar dua sampai lima hektare. Lahan tersebut disiapkan untuk membangun alun-alun Kabupaten Bekasi. Sejak pemekaran antara kabupaten dan kota, daerah yang dijuluki sebagai kota jawara ini tidak memiliki alun-alun sebagai ikon daerah.

"Kami saat ini baru membuat Feasibility Study (FS) untuk menempatkan lokasi Alun-Alun Kabupaten Bekasi. Dan hal ini diharapkan dapat menjadi ruang publik serta memenuhi kebutuhan RTH," katanya seperti ditulis wartawan "PR", Tommi Andryandy.

Pembukaan lahan baru dan pembangunan taman sebagai ruang terbuka ini dilakukan untuk memenuhi target. "Targetnya pada 2020 nanti RTH di Kabupaten Bekasi telah mencapai 18 persen. Kalau sekarang kan baru sekitar 16,97 persen atau sekitar 21 hektare," kata dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan, Iwan Ridwan menuturkan, pemenuhan RTH butuh komitmen pemerintah daerah. Saat ini, kendala pemenuhan RTH masih berkutat pada masalah anggaran. Namun untuk memaksimalkan hal itu, pihaknya menyasar lahan fasos fasum yang akan direncanakan untuk pembangunan taman.

"Memang butuh anggaran untuk pembebasan lahan. Oleh sebab itu untuk memaksimalkan kami upayakan penertiban lahan fasos fasum untuk pembangunan taman untuk memenuhi RTH," ucapnya.

Tahun ini, lanjut Iwan, rencananya dua taman akan dibangun di wilayah selatan dan utara. "Komitmen pemerintah daerah saat ini sudah serius. Setidaknya tahun ini akan dibangun dua taman di wilayah Tambun Utara serta wilayah selatan atau Serang Baru. Hal ini merupakan komitmen untuk pemenuhan RTH," kata Iwan.

Dijelaskannya, rencana pembangunan taman ini diyakini dapat menambahkan kekurangan RTH. Karena, rencananya, taman yang dibangun mencapai 5.000 meter persegi untuk dua titik. "Pastinya akan bertambah luasan RTH-nya, tapi tetap masih belum memenuhi sampai 30 persen. Itu perlu anggaran yang tidak hanya setahun-dua tahun," ucap dia.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR