Dinkes Jabar Sebut Ada Dua Warga Bandung yang Dipulangkan dari Natuna

Bandung Raya

Jumat, 14 Februari 2020 | 17:40 WIB

200214172939-dinke.jpg

dok

Sejumlah WNI yang menjalani observasi di Natuna, baru-baru ini.

DINAS Kesehatan (Dinkes) Jawa Barat (Jabar) menyebut ada dua warga asal Kota Bandung yang akan dipulangkan dari Natuna usai menjalani masa observasi terkait virus COVID-19 atau virus Corona.

Kepala Dinkes Jabar, Berli Hamdani mengatakan, pihaknya belum mengetahui identitas rinci kedua warga Kota Bandung tersebut. Pasalnya, tambah dia rincian data warga yang menjalani observasi di Wuhan masih berada di pihak Kementerian Luar Negeri (Kemenlu).

"Ada, kalau tidak salah dua orang ya warga dari Kota Bandung," kata Berli saat dihubungi di Bandung, Jumat (14/2/2020).

Menurut catatan yang diterimanya, ada sembilan warga asal Jawa Barat yang akan dipulangkan dari Natuna. Dari sembilan orang itu, dua di antaranya merupakan warga asal Kota Bandung.

Sembilan warga Jawa Barat tersebut, lanjut dia akan dipulangkan ke daerahnya masing-masing pada Sabtu (15/2/2020). Berli menyebutkan rencana pemulangan warga Jabar tersebut akan dilakukan dari hanggar TNI AU di Natuna menuju Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Kemudian, kata dia Menteri Kesehatan akan menyerahkan warga dari Natuna tersebut ke pemerintah daerah masing-masing. Dia memastikan bahwa warga yang dipulangkan dari Natuna tersebut negatif virus COVID-19.

"Saudara-saudara kita yang sudah menjalani prosedur karantina sesuai dg standar WHO tersebut, pastinya lebih bisa dijamin kesehatannya karena sudah diperiksa dan dinyatakan negatif alias tidak terinfeksi COVID-19," paparnya.

Dengan demikian, menurutnya warga tersebut sudah tidak perlu lagi dilakukan pemeriksaan kesehatan. Namun Kementerian Kesehatan, kata dia telah memerintahkan kepada setiap Dinkes tingkat provinsi untuk melakukan pemantauan secara pro aktif.

"Fokus kita di kesehatan harus kembali diarahkan pada ancaman sesungguhnya, yaitu potensi wabah COVID-19 ini di waktu yang akan datang," tandasnya.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR