Pesan Emil ke Sekda Baru: Integritas Harga Mati!

Bandung Raya

Jumat, 14 Februari 2020 | 16:42 WIB

200214164240-pesan.jpg

Darma Legi

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (kedua kanan) dan mantan Plt Sekda Jabar Daud Ahmad (kanan) memberikan cindera mata kepada Sekda Jabar baru Setiawan Wangsaatmadja seusai diambil sumpah pada pelantikan di Aula Barat Gedung Sate, Jln. Diponegoro, Kota Bandung, Jumat (14/2/2020).

GUBERNUR Jawa Barat, Ridwan Kamil resmi melantik Setiawan Wangsaatmaja sebagai Sekretaris Daerah Jawa Barat. Pelantikan digelar di Aula Barat Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jumat (14/2//2020). Jabatan Sekda akhirnya diisi secara definitif setelah selama berbulan-bulan dipegang Plt. Daud Achmad.

Dalam sambutannya, pria yang akrab disapa Emil itu meminta Setiawan untuk menyiapkan diri menghadapi tantangan kedepan dalam memastikan kelancaran pembangunan di Jawa Barat. "Setelah Alhamdulillah jangan lupa astagfirullah karena banyak tantangan," kata Emil.

Mantan Wali Kota Bandung tersebut menambahkan, Setiawan diputuskan sebagai Sekda melalui proses yang sangat ketat, dan sangat kompetitif. Iwan, sapaan akrab Setiawan, terpilih dari orang-orang terbaik di lingkungan pemerintah provinsi Jabar dan diputuskan oleh Presiden. Di kacamata perspektif dimensi nasional dianggap cocok jadi sekda.

"Jabar adalah wajah Indonesia yang sebenarnya karena dinamika pembangunan Indonesia hadir disini. Heterogenitas paling terlihat di Jabar. Penduduk Jabar adalah seperlima penduduk Indonesia hampir 50 juta, maka Sekda harus pastikan kelancaran kepada masyarakat dalam jumlah yang begitu besar. Selain itu Reformasi birokrasi yang di akselerasi selama 16 bulan ini, Jabar Juara lahir batin melalui inovasi dan kolaborasi," tutur Emil seperti ditulis wartawan "PR", Novianti Nurulliah.

Keberhasilan Jabar, ujar Emil, tidak hanya urusan dapur provinsi tapi kinerja kabupaten kota juga harus sama-sama sukses.

"Sukses provinsi itu 50 persen, jika 27 kota kabupatennya juga sukses maka sukses Jabar itu 100 persen," katanya.

Emil pun menuturkan, pemerintah daerah dibagi menjadi eksekutif dan legislatif. Jadi sama DPRD harus lancar maka dua energi harus bersatu. Sekda harus punya pemahaman dimensi politik untuk kepentingan masyarakat.

"Tapi bukan politik praktis, hanya gubernur dan Wagub. Kalau di luar itu tidak boleh," tegasnya.

Emil juga menitipkan tiga hal pada Sekda seperti pada kepala daerah yang dilantik Ridwan. Yang pertama adalah integritas, harga mati, jangan sampai ada berita pelanggaran integritas. Hal itu harus dicegah dimulai dari teladan pemimpin. Kedua melayani sepenuh hati karena semua masalah dan curhatan akan pada Sekda.

Ketiga, profesionalisme jadi pemerintah cerdas, kreatif,inovatif dengan jaman 4.0, sekda harus siapkan antisipasinya. "Gunakan jabatan bukan tujuan tapi sarana membawa perubahan dan kemajuan," kata dia.

Dia menambahkan, Setiawan bukan orang baru. Ia pernah menduduki kepala BPLHD Jabar selama 7 tahun kemudian Deputi Pemberdayaan SDM Aparatur Negara Kementerian PAN RB. Berbagai pengalaman tersebut menandakan kapsitasnya sudah teruji dan bekerja mendapatkan manfaatnya.

"Pak Iwan kembali ke gedung sate demi kepentingan luar biasa yang namanya Jawa Barat. Mudah-mudahan kerjanya maksimal. Satu minggu ini saya silahkan untuk adaptasi, silaturahim, berdiskusi mendatangi dinas-dinas, DPRD dan lainnya. Selanjutnya bisa langsung ngebut, langsung ngabret," kata dia.

Tak lupa, Emil pun menghaturkan terima kasihnya kepada Daud Achmad yang pada masa transisi, proses seleksi sekda definitif telah mendampinginya dan melancarkan urusan Jabar.

"Sehingga Alhamdulillah pembangunan di Jabar lancar," pungkasnya.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR