Gara-Gara Virus Corona, Investasi Cina di Indonesia Bisa Mandek

Nasional

Jumat, 14 Februari 2020 | 15:33 WIB

200214152801-gara-.jpg

dok

ilustrasi

PROYEK investasi Cina di Indonesia kemungkinan mandek. Pasalnya, hingga pertengahan Februari, belum ada tanda bahwa penyebaran virus Corona bisa diatasi dalam waktu cepat. Hal itu terutama terkait adanya kebijakan untuk menutup akses warga Cina datang ke Indonesia.

Direktur Eksekutif CORE, Mohammad Faisal mengatakan, proyek investasi asing biasanya wajib menyertakan sumber daya manusia dari negara tersebut. Jika akses warga Cina masih ditutup, maka proyek tersebut kemungkinan tidak akan dimulai.

"Jadi tergantung sampai kapan virus Corona ditanggulangi di sana," ujar dia kepada wartawan "PR", Tia Dwitiani Komalasari, Jumat (14/2/2020).

Meski demikian, menurut Faisal, melindungi agar virus Corona tidak masuk ke Indonesia itu jauh lebih penting. Sebab jika virus Corona masuk ke Indonesia, investasi yang terhambat bukan hanya dari Cina namun juga negara lain. Dampak ekonomi tersebut bahkan bisa merembet ke sektor lain seperti pariwisata.

"Sekarang hanya turis Cina yang hilang. Namun jika Corona masuk maka dampaknya bisa turis dari seluruh negara. Jika akses warga Cina dibuka, outbreaknya akan lebih parah," tuturnya.

Faisal mengatakan, pemerintah bisa melakukan komunikasi dengan investor dari Cina. Pemerintah bisa mengupayakan agar investor Cina tersebut bisa tetap berkomitmen meskipun proyeknya tertunda.

Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri Bidang Hubunga n Internasional, Shinta Widjaja mengatakan, banyak investasi Cina mencantumkan penggunaan sumber dari negara asalnya dalam Cina. Sumber daya ini di antaranya bahan baku, modal,hingga tenaga ahli.

"Misalnya saja dalam proyek power plant, adanya wabah ini akan menyebabkan sedikit disrupsi dalam pelaksanaan proyek yang diinvestasikan Cina," ujarnya.

Namun, Sinta menegaskan, waktu jeda ini justru harus dimanfaatkan pemerintah untuk memperbaiki iklim investasi di Indonesia. Sebab nanti saat penyebaran Corona bisa diatasi, perbaikan investasi di negara lain akan berlangsung dengan cepat.

"Ini saat yang tepat bagi pemerintah untuk memperbaiki kondisi domestik sehingga iklim investasi bisa lebih baik lagi. Jadi saat wabah bisa diatasi, kita bisa lebih bersaing menarik investasi asing," ujar dia.

Sebelumnya, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan realisasi investasi asing dari Cina terancam batal jika penyebaran virus Corona tidak bisa diselesaikan dalam jangka waktu dua bulan. Saat ini, BKPM tengah melakukan penghitungan berapa potensi gagal investasi akibat penyebaran virus tersebut.

"Ada trend (investasi dari Cina) menurun akibat virus Corona, karena Cina sedang berpikir tentang penyelesaian masalah virus corona di negara mereka," ujar dia saat konferensi pers di Jakarta, Rabu (29/1/2020).

Dia berharapa agar permasalahan virus tersebut dapat bisa selesai dalam kurun waktu kurang dari dua bulan. "Tapi kalau dua minggu ini selesai, konstruksi pasti akan jalan terus karena biasanya kalau mereka sudah turun di akhir tahun (2019), itu untuk dua bulan,"ujar dia.

Bahlil mengatakan, BKPM tengah melakukan pendataan mengenai apa saja potensi gagak investasi bila permasalahan itu belum bisa ditangani. "Kita lihat investasi di sektor apa saja dan lokasinya apa saja," tutur dia.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR