Menyebut Galuh Brutal dan di Ciamis Tak Ada Kerajaan

Bupati Ciamis Bakal Tuntut Ridwan Saidi ke Ranah Hukum

Daerah

Jumat, 14 Februari 2020 | 14:41 WIB

200214144107-bupat.jpg

Pepi Irawanist

Bupati Ciamis Herdiat Sunarya (tengah)

BUPATI Ciamis, Herdiat Sunarya mengancam akan melaporkan budayawan Ridwan Saidi ke polisi. Hal itu sebagai imbas dari pernyataan Ridwan Saidi yang menyebut di Ciamis tidak ada kerajaan, dan Galuh artinya brutal.

"Masyarakat Kabupaten Ciamis merasa terusik atas adanya pernyataan Ridwan Saidi. Kita tanggapi apa yang disampaikan Ridwan Saidi. Kita tidak ujug-ujug ada Galuh, para profesor yang telah meneliti, peninggalannya pun ada," jelas Herdiat di sela aksi yang digelar berbagai elemen masyarakat, di Alun-Alun Ciamis, Jumat (14/2/2020).

Dikatakan Herdiat, masyarakat Ciamis bangga dengan ke-Galuhan, karena itu simbolnya sering dipakai. Sehingga pernyataan Ridwan Saidi itu mengusik ketenangan masyarakat Ciamis.

"Kalau perlu kita tuntut secara hukum," tegasnya diiringi tepuk tangan riuh dari peserta aksi.

Meskipun begitu, Herdiat mengimbau agar masyarakat Ciamis tidak arogan dan melakukan tindakan-tindakan brutal. "Kita tidak boleh brutal. Tidak boleh arogan. Kita tuntut secara hukum," katanya lagi.

Herdiat juga menanyakan maksud dari pernyataan Ridwan Saidi tersebut. Masyarakat Ciamis dikenal sebagai masyarakat yang tenang. Namun, dengan adanya pernyataan dari pria yang kerap dipanggil Babe Saidi ini, masyarakat menjadi terusik.

"Kita terusik. Ini maksudnya apa pernyataan seperti itu? Masyarakat Ciamis itu sudah adem, tenang, tiba-tiba ada pernyataan seperti itu. Perlu dipertanyakan apa maksudnya," kata Herdiat.

Herdiat menambahkan dirinya akan berembug bersama para sesepuh dan seniman Ciamis, juga para akademisi untuk menuntut Ridwan Saidi secara hukum.

Sebelumnya, pernyataan Ridwan Saidi mendapat reaksi keras dari berbagai kalangan. Pada salah satu kanal YouTube, Saidi menerangkan tidak ada indikator ekonomi di Ciamis sehingga disimpulkan olehnya tidak ada kerajaan Galuh.

Selain itu yang membuat berang masyarakat Ciamis adalah pernyataannya yang menyebut, Galuh berarti brutal. Saidi menyebut Galuh dari bahasa Armenia yang artinya negatif.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR