Emak-Emak dan ASN Berebut Bawang Putih Murah

Bandung Raya

Jumat, 14 Februari 2020 | 13:31 WIB

200214133153-emak-.jpg

Laksmi Sri Sundari

WARGA dan Aparatur Sipil Negara (ASN) menyebur bazar yang diadakan Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Cimahi yang berlangsung di selasar gedung B Pemkot Cimahi Jalan Demang Hardjakusumah, Jumat (14/2/2020). Mereka pun berebut membeli bawang putih yang dijual dengan harga lebih murah.

Dari pantauan, bawang putih memang menjadi komoditas yang paling diburu di bazar tersebut. Pasalnya, harga bawang saat ini sedang tinggi mencapai Rp 60 ribu/kg, dari harga normalnya Rp 30-40 ribu/kg. Sementara di Bazar ini harga bawang putih di badrol Rp 52 ribu/kg.

Kepala Bidang (Kabid) Pangan Dispangtan Kota Cimahi, Rini Taihuttu didampingi Plt Kepala Seksi (Kasi) Distribusi dan Cadangan Pangan, Agus Kusnandar menjelaskan, pihaknya menggandeng Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kota Cimahi, Toko Tani Indonesia, dan Kelompok Wanita Tani (KWT) binaan Dispangtan Kota Cimahi dalam kegiatan ini.

"Produk yang dijual disini merupakan hasil dari petani. Jadi bazar ini dari warga untuk warga. Tujuan lain dari Bazar ini adalah untuk stabilisasi harga, karena komoditi yang dijual disini tentunya lebih murah dibanding dengan di pasar," terangnya.

Rini mencontohkan, bawang putih dijual dengan Rp 52 ribu/kg. Lebih murah dibanding di pasar yang mencapai Rp 60 ribu/kg. Bawang merah dijual Rp 24 ribu/kg, sementara di pasaelr Rp 26 ribu/kg. Kentang dijual Rp 12 ribu, sementara di pasar Rp 19 ribu.

"Untuk sementara kami masih menjual komoditi sayuran dan buah-buahan, serta makanan olahan yang dibuat ibu-ibu dari KWT. Sementara untuk beras belum, karena HET-nya (Harga Eceran Terendah) belum ada," katanya.

Diakui Rini, animo masyarakat yang berbelanja ke bazar ini cukup tinggi. Hal itu bisa dilihat sejak pagi hari, banyak ASN dan warga terutama ibu-ibu yang berbondong-bondong datang ke bazar.

"Sejak jam 6 sudah ramai, karena kebetulan kan banyak ibu-ibu yang senam disini," katanya.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR