Atasi Corona Kim Jong-un Kerahkan Militer, Jalan-jalan Saat Karantina Pejabat Korea Utara Dieksekusi

Dunia

Jumat, 14 Februari 2020 | 10:54 WIB

200214105811-perin.jpg

Kolase gisanddata.maps.arcgis/Daily Mail/KCNA

Seorang pejabat Korea Utara dieksekusi setelah diketahui mengunjungi tempat pemandian umum saat tengah dikarantina. Karantina dilakukan karena pejabat tadi baru melakukan perjalanan dari Cina di tengah wabah corona. Demikian  laporan media Korea Selatan, Dong-a Ilbo.

Dikutip dari DailyMail kemarin, pejabat perdagangan tadi ditangkap dan langsung ditembak mati. Ia dianggap melakukan pelanggaran berupa tindakan berisiko penyebaran virus corona dengan mengunjungi pemandian umum.

Sebelumnya pejabat yang tak disebutkan namanya itu diisolasi setelah melakukan perjalanan ke Cina. Karantina dilakukan atas perintah pemimpin tertinggi Kim Jong-un di bawah hukum militer. Korea Utara sejauh ini belum mengonfirmasi kasus corona namum telah mengambil langkah drastis untuk menghentikan penyebaran di perbatasan dengan Cina.

Sejumlah pejabat Korut mengenakan masker dalam pertemuan baru-baru ini.

Karantina berlaku bagi siapa pun yang pernah melakukan perjakanan ke Cina atau melakukan kontak dengan orang-orang Cina. Pejabat pertama yang dieksekusi terkait corona tersebut dikatakan telah melanggar dekrit pemimpin tertinggi Korea. Kim Jong-un menegaskan pihaknya akan menerapkan hukum militer terhadap siapa saja yang meninggalkan karantina tanpa persetujuan.

Seorang pejabat lainnya juga diasingkan ke lahan pertanian terpencil setelah mencoba menutupi perjalanannya ke Cina. Pejabat kedua ini kabarnya  anggota Badan Keamanan Nasional.

Klaim mengenai eksekusi pejabat bukan hal baru meski sangat sulit untuk diverifikasi. Sementara itu Pyongyang mengumumkan masa karantina  diperpanjang hingga 30 hari, melampaui periode 14 hari yang direkomendasikan. Lembaga pemerintah dan semua yang saat ini berada di Korea Utara wajib mematuhi aturan tanpa syarat.

Kim Jong-un.

Korea Utara hampir sepenuhnya menutup perbatasan dengan Cina, satu-satunya sekutu diplomatik utama Kom Jong-un. Penerbangan pun  dikurangi seperti halnya perjalanan darat. Turis asing pun dilarang memasuki teritori negara komunis tersebut.

Zona demarkasi antara Korea Utara dan Selatan pun sudah  dibenteng dan sangat sedikit yang bisa melewatinya. Pyongyang juga menangguhkan operasional kantor bersama dengan Korea Selatan di utara perbatasan. Media pemerintah melaporkan  Palang Merah Korea Utara  dikerahkan ke titik-titik potensial corona untuk pemantauan ketat.

Laporan KCNA, Pyongyang melakukan pengumpulan  informasi dalam berbagai bentuk dan dengan berbagai metode di titik-titik umum. Tujuannya untuk pengetahuan medis umum tentang epidemi dan mendorong warga ikut membantu pencegahan.

Pencegahan sebaran corona dilakukan di bandara Pyongyang.

Puluhan ribu pekerja Korea Utara diyakini bekerja di Cina sebelum PBB memerintahkan agar Beijing memulangkan mereka paling lambat bulan Desember lalu. Tidak diketahui berapa banyak dari yang telah kembali. Pejabat Organisasi Kesehatan Dunia yang berpusat di Pyongyang mengatakan mereka tidak mengetahui adanya kasus corona yang dikonfirmasi.

Namun beberapa media Korea Selatan melaporkan banyak kasus bahkan kemungkinan kematian akibat virus corona di Korea Utara. Sebelumnya Korea Utara mengambil tindakan karantina ketat selama penyebaran SARS pada 2002-2003 yang juga dimulai dari Cina. Korea Utara tidak melaporkan kasus SARS pada saat itu, demikian juga untuk corona saat ini.


Editor: Mia Fahrani

  • BERITA TERKAIT

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR