Dituduh Genosida, Mantan Presiden Omar Al-Bashir akan Diadili ICC

Dunia

Jumat, 14 Februari 2020 | 09:23 WIB

PARA pemimpin di Sudan telah setuju untuk menyerahkan mantan Presiden Omar al-Bashir ke Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) untuk menghadapi persidangan atas tuduhan genosida dan kejahatan perang.

Bashir, yang digulingkan pada April 2019 setelah berkuasa selama tiga dekade, dituduh melakukan kejahatan serius dalam konflik di Darfur pada 2003, yang menyebabkan sedikitnya 300.000 orang tewas.

Pihak berwenang mengatakan, mantan presiden, dan yang lainnya yang didakwa oleh ICC, harus menghadap pengadilan. Komitmen tersebut muncul pada pembicaraan damai antara pemerintah Sudan dan kelompok pemberontak dari wilayah Darfur.

"Keadilan tidak dapat dicapai jika kita tidak menyembuhkan luka-luka," kata Juru Bicara Pemerintah Sudan, Mohammed Hassan al-Taishi sebagaimana dikutip BBC, Kamis (13/2/2020).

Taishi, yang merupakan anggota dewan berdaulat Sudan dari kalangan sipil menekankan bahwa dia mengekspresikan pandangan pemerintah, yang mencakup jenderal yang kuat di militer, dan bukan pandangan pribadinya.

Bashir menolak mengakui kewenangan ICC saat dia dituntut atas dua tuduhan tersebut pada 2009. Pengacaranya mengatakan bahwa kliennya akan tetap menolak berurusan dengan pengadilan internasional itu, menyebutnya sebagai “pengadilan politik”.

Jaksa penuntut ICC di Den Haag meminta agar Bashir diadili atas pembunuhan di Darfur dan mengeluarkan surat penangkapan untuknya atas tuduhan genosida, kejahatan perang, dan kejahatan terhadap kemanusiaan.

PBB mengatakan bahwa selain mereka yang tewas dalam pertempuran antara kelompok-kelompok bersenjata setempat, dan pasukan Bashir dan milisi yang didukung pemerintah, seperti pasukan Janjaweed yang terkenal, sekira 2,5 juta orang terlantar dalam perang tersebut.

Perintah untuk penangkapan Bashir dikeluarkan pada 2009 dan 2010 oleh ICC.

Editor: Rosyad Abdullah

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR