Buka Seleksi Calon Petugas Haji, Dirjen PHU Pastikan Seleksi Bebas KKN

Haji

Jumat, 14 Februari 2020 | 08:17 WIB

200214081921-buka-.jpeg

SEBANYAK 364 peserta mengikuti seleksi calon petugas haji tahap kedua  tingkat Provinsi Jawa Barat, yang dibuka secara resmi oleh Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag RI, Prof. Dr. H. Nizar Ali di Grand Permata Hotel, Jln. Lemahneundeut Sukajadi Bandung, Kamis (13/2/2020).

Dirjen PHU memastikan, penyelenggaraan seleksi calon petugas haji bebas dari perilaku korupsi, kolusi dan nepotisme. "Jangan sekali-kali main-main. Seleksi ini adalah murni prestasi. Seleksi petugas haji harus bebas dari perilaku hengki pengki (perselingkuhan, red)," tegasnya.

Dalam rilis yang diterima galamedianews.com, Jumat (14/2/2020), Nizar memastikan akan melakukan tindakan tegas, jika masih ada peserta atau panitia yang berlaku curang. Kepada pemberi maupun penerima, akan dilakukan audit investigasi oleh Itjen Kemenag. "Kita hanya butuh kompetensi agar bisa mendapat calon petugas berkualitas," sambungnya.

Pada seleksi petugas haji tahap kedua ini, para peserta seleksi mengikuti tiga jenis ujian, CAT (Computer Assisted Test), essay dan wawancara. Direktur Bina Haji Ditjen PHU, H. Khoirizi, yang hadir pada kesempatan tersebut mengatakan, pilihan menggunakan sistem CAT menjadi ikhtiar Kemenag agar proses seleksi berjalan transparan dan akuntabel, serta terhindar dari praktik kolusi, korupsi, dan nepotisme. "Tahun ini, CAT bahkan sudah dilakukan sejak tahap pertama di tingkat kab./kota," ujarnya.

Ia menambahkan, secara nasional seleksi tingkat provinsi diikuti sekitar 2.638 peserta. Mereka akan memperebutkan 1.014 PPIH (Panitia Penyenggara Ibadah Haji) kloter, terdiri dari ketua kloter dan pembimbing ibadah kloter. Selain itu, ada juga 305 kuota Penyelenggara Perjalanan Ibadah Haji atau PPIH Arab Saudi.

Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Barat, H. Ajam Mustajam, menyampaikan, pendaftar calon petugas haji tingkat Jawa Barat mencapai 1213 orang. Dari jumlah tersebut yang lulus administrasi dan berhak mengikuti seleksi tahap pertama sebanyak 744 orang. Seleksi tahap pertama menghasilkan peserta yang berhak mengikuti seleksi petugas haji tahap kedua 364 peserta, terdiri dari 195 calon ketua kloter, 139 calon pembimbing ibadah, dan 30 Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi.

Kabid PHU menambahkan, seleksi tahap kedua ini akan menyaring calon petugas sebanyak 1,5 dari jumlah kloter yang ada di Jawa Barat. Kelulusan tahap kedua ini belum memastikan mereka yang lulus menjadi petugas haji sebelum mengikuti pelatihan selama 10 hari. Kata akhir yang menyatakan peserta lulus menjadi petugas adalah dengan diterbitkannya surat pemanggilan untuk petugas haji yang biasa disebut SPMH.

Sementara itu, Plt. Kakanwil Kemenag Jabar H. A. Handiman Romdoni, mengingatkan agar peserta meluruskan niat karena petugas haji adalah pelayan tamu Allah. Mereka bertugas dibiayai negara untuk melayani, membimbing, dan melindungi jemaah haji agar dapat melaksanakan rukun dan wajib hajinya.

Editor: Efrie Christianto

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR