Longsor Dekat Tol Purbaleunyi, Bupati KBB Minta Jasa Marga Bertanggung Jawab

Bandung Raya

Kamis, 13 Februari 2020 | 19:43 WIB

200213194401-longs.jpg

Twitter

Aa Umbara

BUPATI Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna meminta agar PT Jasa Marga bertanggung jawab terkait dengan dampak longsor dan tanah bergerak di Kampung Hegarmanah, Desa Sukatani, Kecamatan Ngamprah. Pasalnya, lokasi longsor berada di lahan Jasa Marga.

"Karena lahan itu milik Jasa Marga, maka yang harus memperbaikinya juga Jasa Marga. Ini harus segera ditangani karena akan berbahaya kalau hujan lagi," tegasnya, Kamis (13/2/2020).

Menurut Umbara, pihaknya bersama Jasa Marga akan mengadakan pertemuan untuk membahas penanganan pascabencana. Hal itu diperlukan agar tidak saling menyalahkan pihak tertentu, tetapi bersama-sama mencari solusi untuk penanganan longsor.

Lebih jauh, dia mengungkapkan, bencana yang terjadi pada Selasa (11/2/2020) malam itu harus dicari sebab akibatnya. Kedua belah pihak, Pemda dan Jasa Marga mesti bertemu untuk menemukan solusi agar bencana yang lebih besar bisa dihindari.

"Ini kan ada sebab akibat, makanya kemarin saya tanya sebabnya apa yang menjadi akibatnya begini. Ini tinggal kita duduk bareng mana yang dikerjakan Jasa Marga, mana yang dikerjakan pemda," katanya seperti ditulis wartawan "PR", Cecep Wijaya.

Pantauan di lokasi, sejumlah warga dibantu personel TNI kemarin membuat saluran air untuk mengalirkan genangan air di lokasi longsor. Sementara, beberapa warga tampak membersihkan puing-puing bangunan yang rusak akibat longsor.

Informasi yang dihimpun, longsor berasal dari tebing dekat Jalan Tol Cipularang Km 118 sebelah selatan. Longsor bergerak ke permukiman warga dan menimbun areal pertanian warga. Sebanyak 10 rumah warga rusak dan 85 rumah lainnya terancam.

Tepat di seberang lokasi longsor, terdapat kubangan air raksasa seluas 4.000 meter persegi. Kubangan itu terbentuk akibat longsor dan tanah jenuh yang terjadi beberapa kali, terakhir pada pertengahan Desember tahun lalu.

Menurut Wahyudin, Ketua RW 4, Desa Sukatani, longsor pada Selasa (12/2/2020) terjadi akibat rembesan air dari kubangan raksasa tersebut yang menembus tanah di bawah jalan tol. Seiring dengan turunnya hujan dengan intensitas tinggi, warga menemukan retakan tanah di sekitar genangan air.

"Genangan air ini berada di atas pemukiman warga dalam jarak 1 kilometer. Saya selalu melaporkan setiap terjadi retakan, karena khawatir jika saluran air belum dijebol akan terjadi banjir bandang ke warga saya," tuturnya.

Sementara itu, General Manager PT Jasa Marga cabang Purbaleunyi, Pratomo Bimawan Putra mengatakan, peristiwa longsor di Kampung Hegarmanah dan genangan air di sebelah utara KM 118 tol Purbaleunyi tidak berhubungan. Menurut dia, genangan air yang menyerupai danau itu terhalang oleh badan jalan tol, sementara longsor yang terjadi di selatan tol karena alih fungsi lahan pertanian basah.

"Kami melihat ini sebagai dua hal yang terpisah. Tapi, kami masih menunggu hasil kajian dari konsultan," katanya seraya memastikan, PT Jasa Marga bakal turun tangan menanggulangi bencana yang terjadi dengan menyedot air yang menggenang di utara tol.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR