Tujuh RS di Jabar Jadi Rujukan Penanganan Virus Corona

Bandung Raya

Kamis, 13 Februari 2020 | 18:25 WIB

200213182136-tujuh.jpg

dok

SEBANYAK tujuh rumah sakit milik pemerintah di Jawa Barat ditetapkan Kementerian Kesehatan sebagai rumah sakit rujukan infeksi termasuk Covid-19 atau virus Corona. Ketujuh rumah sakit tersebut yaitu RSUP dr Hasan Sadikin, RS Rotinsulu, RSUD Indramayu, RS Gunung Jati Kota Cirebon, RS Syamsudin Kota Sukabumi, RSUD Subang, dan RSUD Garut.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Jabar, drg Marion Siagian mengatakan, ketujuh rumah sakit itu semula untuk rujukan penyakit infeksi flu burung, tetapi tetap bisa menangani semua infeksi. Meski demikian, RS yang lain juga disiapkan untuk bisa menerima dan mengelola rujukan.

"Rujukan dilakukan bila memang RS tersebut tidak mampu menampung karena ruang isolasinya terbatas. Sesuai dengan kelas rumah sakitnya mereka bisa merujuk ke RS-RS yang memang ruang isolasinya ada," terang Marion di sela Seminar Antisipasi dan Penanganan Covid-19 yang diselenggarakan oleh Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi) wilayah Jabar di Aula Fakultas Kedokteran Unpad, Jln Eyckman, Kota Bandung, Kamis (13/2/2020).

Berdasarkan catatan Dinkes Jabar, jumlah rumah sakit dari berbagai tipe itu sebanyak 362 rumah sakit. Seluruh rumah sakit di Jabar tersebut perlu mendapatkan informasi terkait Covid-19 tersebut.

"Hari ini melalui seminar yang diselenggarakan Persi, semua rumah sakit diundang untuk mendapatkan pengetahuan dan informasi terkait Covid-19 dari tim ahli sehingga nanti mereka siap bila ada kasus-kasus dalam penanganan pasien dalam pengawasan maupun pemantauan untuk dirawat di rumah sakit," paparnya.

Diakui Marion, Dinkes Jabar sudah melakukan edukasi ke masyarakat melalui media sosial dan publikasi melalui Humas Jabar agar bisa sampai pada kota/kabupaten. Harapan lain agar bisa diterima oleh masyarakat, bagaimana mencegah infeksi tidak hanya Covid-19 tapi semua infeksi dengan melakukan promosi kesehatan dan perilaku hidup bersih dan sehat atau PHBS.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR