Rumah Sakit di Jabar Dimintai Siaga dan Waspadai Corona

Bandung Raya

Kamis, 13 Februari 2020 | 18:16 WIB

200213181621-rumah.jpg

dok

ilustrasi

PERHIMPUNAN Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi) Wilayah Jawa Barat, meminta seluruh rumah sakit waspada dan siap tangani kasus Covid-19 atau virus Corona yang saat ini tengah mewabah di dunia internasional. Persi pun secara resmi mengadakan seminar antisipasi dan penanganan Covid 19 dengan mengundang seluruh kepala atau direktur rumah sakit mapun kepada dinas kesehatan seluruh Jabar di Aula Fakultas Kedokteran Unpad, Jalan Eyckman, Kota Bandung, Kamis (13/2/2020).

Ketua Persi Jabar yang juga Direktur RSHS, dr Nina Susana Dewi mengatakan, pihaknya harus meningkatkan tata laksana dan meningkatkan mutu rumah sakit. Persi pun harus membantu mereka jika ada permasalahan mengenai wabah Covid 19 ini yang tentunya ini diperlukan agar paham tata cara mencegah, menangani dan mengendalikan.

"Kami lakukan kordinasi dengan dinas kesehatan, kepala kesehatan pelabuhan kemudian dengan RSHS, tim infeksinya menjadi narasumber semua di sini dan kami undang semua kepala dinas dan direktur RS, tim infeksi dari seluruh Jabar dan Alhamdulillah sudah 255 peserta," terang Nina seperti ditulis wartawan "PR", Novianti Nurulliah.

Dikatakan Nina, pihaknya mengapresiasi kehadiran insan Persi saat itu. Terlebih betapa sangat perlunya waspada terhadap Covid 19 yang memang dalam beberapa hari ini terus meningkat kasusnya.

"Kemarin sore kasus positif di dunia itu ada 35.000, sekarang sudah 60.000 jadi betapa peningkatannya banyak sekali dan yang meninggal yang awalnya kemarin sore 1.116 sekarang sudah 1300-an," tambahnya.

Menurut dia, walaupun Indonesia hasilnya negatif, negara-negara tetangga Indonesia sudah terkonfirmasi ada warga yang terjangkit Covid 19 di sana. Misalnya saja Singapura. Di sana ada 47 yang positif. Sedangkan di Filipina sudah ada yang meninggal, kemudian di Australia pun sudah ada.

"Kita sudah dikelilingi pasien-pasien positif dan meninggal. Jadi Indonesia harus lebih waspada dan semua fasilitas kesehatan di Jabar harus siap bagaimana kalau ada pasien harus dirawat, dirujuk atau bisa dirawat di rumah," terangnya.

Nina menuturkan, virus Corona belum ada obat khusus atau vaksinnya. Penanganan pasien masih seperti penanganan influenza biasa.

"Jadi syaratnya bahwa itu harus dirawat. Pasien datang dari tempat yang terjangkit seperti Tiongkok, Singapura kemudian dilihat dalam14 hari timbul penyakitnya atau tidak tapi kalau lebih itu masa inkubasi lewat dan tidak terjadi apa-apa itu bukan karena corona," tutur dia.

Namun jika yang pulang dari negara terpapar itu kemudian mengalami sesak, demam 38 derajat dan nyeri tenggorokan, itu bisa masuk isolasi. Namun jika pulang dari negara tepapar dan selama 14 hari tidak ada gejala, itu tidak perlu dirawat di RS.

"Dukup di rumah tapi apabila ada gejala itu baru ke RS.
Makanya saya imbau ke masyarakat untuk tenang karena RSHS siap terima pasien dan RS di Jabar sudah memberikan informasi berguna agar bisa mencegah bagaiamana menangani dan rujukan," pungkasnya.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR