Kasus Penggelapan di Distributor Kecap, Auditor Temukan Selisih Keuangan

Meja Hijau

Kamis, 13 Februari 2020 | 17:12 WIB

200213171246-kasus.jpg

Lucky M. Lukman

SIDANG perkara dugaan penggelapan uang sebesar Rp 1,2 miliar di CV Citra Rasa, sebuah distributor produk kecap, kembali dilanjutkan dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi. Salah seorang saksi yang dihadirkan untuk terdakwa Tjiu Hui Khun (THK) yakni Ronal Haryanto, auditor sebuah kantor akuntan publik yang ditugasi perusahaan untuk melakukan audit keuangan.

Di hadapan Majelis Hakim yang dipimpin Suko Harsono dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Jln. L.L.R.E Martadinata, Kamis (13/2/2020), Ronal menjelaskan proses audit yang dilakukannya. Ia mengaku mengaudit pembukuan kas keuangan perusahaan tahun 2017-2018.

"Saya melakukan audit keuangan ini atas permintaan dari pemilik perusahaan," kata Ronal menjawab pertanyaan hakim soal siapa yang menyuruhnya melakukan audit.

Setelah melakukan audit selama dua pekan, tambah Ronal, ia menemukan adanya perbedaan antara laporan keuangan di buku bank dengan buku kas yang selama ini dikerjakan oleh terdakwa. Menurut Ronal, ada selisih sebesar Rp 1,2 miliar.

"Ada perbedaan, ada selisih, sekitar Rp 1,2 miliar. Perbandingan dilihat dari apa yang ada di buku bank dan buku kas perusahaan," ungkap Ronal.

Sementara itu, tim penasihat hukum terdakwa sempat mempertanyakan hasil audit yang dilakukan saksi Ronal. Mereka berpendapat, saksi Ronal melakukan audit tanpa menempuh SOP yang berlaku.

"Apakah saksi sempat mewawancara pihak terkait laporan keuangan itu? Seperti misalkan mewawancara atau mengkroscek ke terdakwa?" tanyanya.

Saksi pun mengaku tidak melakukan hal itu namun bersikukuh hasil audit yang dilakukannya valid. Hanya saja, penasihat hukum terdakwa maupun terdakwa sendiri tidak sepakat.

Selain saksi Ronal, persidangan tersebut juga menghadirkan lima orang saksi lain. Mereka yakni Puluhanto dan Dendi Irawan (karyawan), Lida Natalia dan Ani Setiani (eks karyawan) serta Petrus dari perusahaan yang menyuplai barang ke CV Citra Rasa. Setelah mendengarkan keterangan saksi, Majelis Hakim menunda sidang untuk dilanjutkan pekan depan dengan agenda yang sama.

Seperti diketahui, mantan kasir di CV Citra Rasa, Tjiu Hui Khun (THK) diseret ke meja hijau karena didakwa telah menggelapkan uang perusahaan sebesar Rp 1,2 miliar. THK didakwa melanggar pasal 374 dan 378 KUHPidana tentang penggelapan.

Berdasarkan dakwaan dari JPU, perbuatan terdakwa THK terbongkar dari salah kirimnya laporan rekening koran dari Bank UOB Bandung kepada bagian Internal Kontrol perusahaan. Sejak tahun 2014 hingga tahun 2017, THK setiap bulan mengirim laporan rekening koran ke Internal Kontrol hanya memberi foto copy-nya saja.

Namun pada pengiriman terakhir yang dilakukan 20 September 2018 lewat angkutan barang perusahaan, terdakwa THK salah mengirim. Saat itu yang dikirim benar-benar asli dari fisik rekening koran. Tanpa diminta, THK mengakui perbuatannya telah menggelapkan uang perusahaan dengan melakukan pemalsuan rekening koran.

Setelah ditelusuri, pihak perusahaan kemudian membandingkan data rekening koran yang asli dan yang palsu (foto copy). Ternyata ditemukan adanya perbedaan, dimana saldo akhir bulan Juli dan saldo awal bulan Agustus berbeda. Jumlah keseluruhan yang diduga digelapkan tersebut sebesar Rp 1,2 miliar lebih.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR