Menyuruh Memasukkan Keterangan Palsu di Akta Waris, Pria Ini Dituntut 4 Tahun Penjara

Meja Hijau

Kamis, 13 Februari 2020 | 16:34 WIB

200213160610-menyu.jpeg

Lucky M. Lukman

SEORANG pria asal Kota Bandung, Rachmat Surya Puluhulawa alias Luke dituntut hukuman 4 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Bandung. Luke dianggap terbukti bersalah telah menyuruh memasukkan keterangan palsu ke dalam suatu akta otentik mengenai sesuatu hal yang kebenarannya harus dinyatakan oleh akta itu, sebagaimana dakwaan kesatu yakni Pasal 266 ayat (1) KUHPidana.

Hal tersebut terungkap dalam sidang dengan agenda penyampaian tuntutan dari JPU, di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Jalan L.L.R.E Matadinata, Kota Bandung, Kamis (13/2/2020). Berkas tuntutan dibacakan secara bergantian oleh tim JPU, Lucky Afgani dan Melur Kimaharandika.
Dalam paparannya, JPU menyatakan terdakwa Luke telah melakukan perbuatan menyuruh seseorang memasukan keterangan palsu ke dalam akta waris.

"Padahal terdakwa mengetahui kalau keterangan yang ditulisnya dalam akta ahli waris itu tidak benar," ujar JPU.

Dijelaskan JPU, perbuatan yang dilakukan terdakwa berawal pada Mei 2010, saat menyuruh Ketua RT 02/02 Kelurahan Cidadap memasukan dirinya ke daftar ahli waris setelah ayahnya, Willy Suganda meninggal.

Kemudian, setelah seluruh persyaratan selesai dan telah ditandatangani Camat Cidadap, diketahui jika keterangan yang dimasukan terdakwa tidak benar. Pasalnya, masih ada tiga ahli waris lainnya dari keturunan almarhum Willy Suganda, yakni Dian Novina (istri), Muhammad Amir Zafran Suganda, serta Ayesha Zahira Ramadhani Suganda sebagaimana keputusan dari PA Bandung Bandung nomor 189/PdtP/2012IPA Bdg tanggal 12 April2012.

Dengan adanya surat yang dipalsukan tersebut, maka terbitlah surat keterangan ahli waris dari Kecamatan Cidadap yang isinya sesuai dengan permohonan terdakwa. Lebih lanjut JPU menambahkan, adapun maksud terdakwa memalsukan surat ahli waris itu tidak lain untuk memiliki semua harta peninggalan ayahnya.

Harta tersebut berupa lima Sertifikat Hak Milik (SHM) atas tanah yang terletak di Desa Mekarwangi, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Kemudian lima sertifikat tersebut dibalik namakan atas nama terdakwa, dan akibatnya saksi Dian Novina dan dua anaknya merasa dirugikan.

Usai penyampaian tuntutan dari JPU, Ketua Majelis Hakim Edison Muhammad memberikan kesempatan kepada terdakwa dan penasihat hukumnya untuk mengajukan pledoi atau pembelaan. Rencananya, pledoi dari terdakwa akan disampaikan pekan depan.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR