Aromanis Simping Jadi Produk Unggulan Bumdes Citaman

Bandung Raya

Kamis, 13 Februari 2020 | 11:01 WIB

200213110238-aroma.jpg

Engkos Kosasih

Aromanis Simping Citaman

APARATUR Desa Citaman Kecamatan Nagreg Kabupaten Bandung terus menata diri dalam berbagai bidang yang prorakyat. Di antaranya mengembangkan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) untuk membangkitkan ekonomi masyarakat, selain terus mendongkrak potensi wisata dan seni budaya.

Kepala Desa Citaman Abah Yayan Heryana mengatakan, salah satu upaya untuk mendongkrak ekonomi masyarakat, di antaranya melalui pengembangan Bumdes Citaman. Keberadaan Bumdes ini diharapkan dapat mengikis dan mencegah bank emok.

"Salah satu hal yang kita laksanakan, Bumdes Citaman launching produk unggulan aromanis simping yang merupakan hasil olahan warga setempat," kata Yayan kepada galamedianews.com di Desa Citaman, Kamis (13/2/2020) pagi.

Menurut Yayan, launching salah satu produk unggulan Desa Citaman ino, bagian dari pemberdayaan masyarakat di Desa Citaman melalui Bumdes Citaman.

"Kita berusaha untuk memberdayakan masyarakat melalui pengembangan Bumdes melalui produk barunya aromanis simping," kata Yayan.

Ia pun berharap, Bumdes harus menjadi andalan masyarakat dalam upaya mendongkrak dan memulai produk unggulan UKM.

"Dalam mengembangkan usaha masyarakat, Bumdes tak hanya menjalankan usaha aromanis. Bahkan tahun ini dalam menghadapi bulan suci Ramadan, kita ingin mengembangman usaha pujasera (pusat jajanan masyarakat)," kata Yayan.

Ia berharap dengan adanya pengembangan usaha pujasera, dapat memfasilitasi komunitas masyarakat kuliner Citaman bisa berjualan di Pujasera Bumdes Citaman tersebut.

"Kami melihat banyak kuliner khas Desa Citaman yang dapat dikembangkan serta diperkenalkan ke publik," ujarnya.

Yayan pun berharap dengan adanya fasilitas Pujasera Citaman sebagai pintu masuk untuk memperkenalkan produl UKM Desa Citaman kepada publik.

"Dengan adanya Pujasera Citaman ini untuk memanfaatkan potensi wilayah. Memgingat Desa Citaman yang masuk Kecamatan Nagreg yang dilintasi jalan nasional. Dalam waktu 24 jam, nyaris jalan nasional yang tak pernah sepi dilewati kemdaraan dari berbagai daerah," katanya.

Editor: Brilliant Awal

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR