Produksi Melimpah, Tingkat Konsumsi Ikan di Purwakarta Masih Rendah

Daerah

Kamis, 13 Februari 2020 | 09:58 WIB

200213095921-produ.jpg

Hilmi Abdul Halim/PR

TINGKAT konsumsi ikan masyarakat Kabupaten Purwakarta masih di bawah rata-rata Provinsi Jawa Barat apalagi nasional. Padahal, produksi perikanan daerah setempat sempat menjadi yang terbesar di tingkat provinsi.

"Hanya 10-15 persen dari hasil produksi perikanan tersebut yang untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal. Sebagian besar disalurkan ke Bandung dan Jakarta," kata Kepala Seksi Kelembagaan Usaha Bidang Perikanan Budidaya Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Purwakarta, Dian Herdiana kepada wartawan PR, Hilmi Abdul Halim, Kamis (13/2/2020).

Menurut data dinas terkait, produksi perikanan daerah setempat sempat menjadi yang terbanyak di Jawa Barat pada 2015. Produksinya mencapai 110 ribu ton per tahun, didominasi dari Keramba Jaring Apung di Waduk Jatiluhur sebanyak sekitar 45.000 unit.

Sekarang, jumlah produksi perikanan daerah tersebut hanya sekitar 80 ribu ton per tahun menyusul pengurangan KJA di Waduk Jatiluhur menjadi sekitar 33.000 unit. Jumlah tersebut juga termasuk dengan produksi KJA di Cirata sebanyak 16 ribuan ton di antaranya.

Menurut Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan Perikanan, Agus Suherman, ikan dibutuhkan oleh tubuh manusia. "Urgensinya makan ikan itu untuk kesehatan, kecerdasan, generasi yang kuat," katanya, Rabu (12/2/2020)

Pada kegiatan sosialisasi terkait di Tajug Gede Cilodong Kabupaten Purwakarta, Agus menyebutkan rata-rata konsumsi ikan di daerah tersebut sebanyak 31 kilogram per kapita per tahun. Sedangkan rata-rata Jawa Barat dan nasional masing-masing 39 dan 55 kilogram per kapita.

"Target kita sampai 2024 itu 60 kilogram per kapita (secara nasional). Saya kira kalau di Kabupaten Purwakarta untuk mencapai angka 40 (kilogram per kapita) atau di atas provinsi lebih mudah karena mengubah mindset kita perlu lakukan secepatnya," tutur Agus.

Upaya pemerintah daerah meningkatkan tingkat konsumsi ikan diharapkan tidak hanya melalui sosialisasi ke seluruh lapisan masyarakat. Agus menjelaskan strategi lainnya seperti mendekatkan akses pasar ikan dengan masyarakat dan meningkatkan daya saing produk lokal.

Produksi ikan air tawar yang melimpah di Purwakarta seharusnya menjadi keuntungan tersendiri bagi masyarakat lokal. Selain itu, nutrisi yang terkandung dalam ikan air tawar juga tidak kalah bergizi dibandingkan ikan dari laut.

"Banyak ikan air tawar mulai dari mujair, nila, tawes, sepat, semua mempunyai kandungan protein yang bagus, termasuk lele juga," katanya. Agus turut meyakinkan manfaat makan ikan dalam kegiatan sosialisasi yang dihadiri ratusan murid Sekolah Dasar.

Editor: Brilliant Awal

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR