PT KAI Berikan Santunan pada Keluarga Korban yang Tewas Tertimpa Reruntuhan Bangunan

Daerah

Rabu, 12 Februari 2020 | 21:34 WIB

200212213021-pt-ka.jpg

Senior Manager Pengamanan Daop 2 Bandung, Kolonel Marinir Gatot, menyerahkan santunan kepada keluarga Aep Saepudin, tukang rongsok yang tewas akibat tertimpa reruntuhan bangunan di kediamannya Kampung Mekarsari RT 03 RW 15, Desa Haurpanggung, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Rabu (12/2/2020). 

MUSIBAH yang menimpa Aep Saepudin (55), yang tewas tertimpa reruntuhan bangunan rumah saat tengah mencari rongsokan besi tua di Kampung Pinggirsari, Kelurahan Paminggir, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Selasa (11/2/2020) kemarin, mendapat perhatian dari PT Kereta Api Indonesia (KAI).

PT KAI melalui Senior Manager Pengamanan Daop 2 Bandung, Kolonel Marinir Gatot, memberikan santunan kepada keluarga atau ahli waris korban di rumahnya Kampung Mekarsari RT 03 RW 15, Desa Haurpanggung, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Rabu (12/2/2020).  

Dalam kunjungannya ke rumah ahli waris korban, Gatot juga didampingi Senior Manager Bagian Aset, Desta, serta Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkocam) Garut Kota yang terdiri dari Camat, Kapolsek, dan Danramil..

Koordinator Wilayah Kabupaten Garut, Iwan Yudianto, mengatakan, sebenarnya musibah yang terjadi pada korban itu di luar tanggung jawab PT KAI. Namun demikian, hal itu tetap menjadi perhatian PT KAI sehingga PT KAI memberikan santunan kepada pihak keluarga korban.  

"Kalau bicara masalah tanggung jawab, hal itu jelas di luar tanggung jawab PT KAI. Namun demikian PT KAI tetap menunjukan kepeduliannya dengan membantu pihak keluarga korban termasuk memberikan santunan," ujarnya, Rabu.

Menurut Iwan, dari keterangan sejumlah saksi mata, sebelum kejadian, sebenarnya korban bersama tiga orang rekannya sesama pencari barang rongsokan besi tua sudah diperingatkan oleh warga sekitar agar tidak masuk ke dalam rumah yang sedang dalam proses pembongkaran itu karena berbahaya. Namun keempatnya tetap nekad, hingga akhirnya musibah itu terjadi.

"Sebelumnya, warga juga telah berulang kali memperingatkan, bahkan menegur mereka agar tidak masuk ke area rumah yang tengah dalam proses pembongkaran itu karena khawatir roboh, tapi mereka tetap nekad," ucapnya.

Iwan pun mengakui, usai menerima informasi adanya seorang pencari rongsokan besi tua yang tewas karena tertimpa reruntuhan bangunan rumah di wilayah Kelurahan Paminggir, Kecamatan Garut Kota, mewakili PT KAI, dirinya langsung meluncur ke kediaman korban untuk menyampaikan bela sungkawa.

Sebagaiman diberitakan sebelumnya, Aep Saepudin (55), warga Desa Haurpangung, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut tewas tertimpa tembok bangunan saat tengah mencari rongsokan besi tua di bangunan rumah yang terdampak aktivasi rel Cibatu-Garut di Kampung Pinggirsari, Kelurahan Paminggir, Kecamatan Garut Kota,  Selasa (11/2) kemarin.    

Komandan Koramil (Danramil) Garut Kota, Lettu Arh. Edi, mengatakan peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 13.00 WIB. Pada saat kejadian, korban berada di lantai dua bangunan rumah yang lokasinya berada di pinggir bekas pabrik coklat itu untuk mencari rongsokan besi. Namun tiba-tiba bangunan tersebut roboh dan menimpa korban.

"Korban sempat dibawa ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr. Slamet Garut untuk mendapatkan perawatan. Namun selang dua jam kemudian, korban dinyatakan meninggal dunia," katanya.

Menurut Edhi, korban dinyatakan meningal sekitar pukul 15.00 WIB di RSUD dr Slamet Garut. Janazahnya langsung dibawa oleh pihak keluarga untuk dimakamkan di kampung halamannya Desa Haurpanggung, Kecamatan Tarogong Kidul.

Edi menyebutkan, korban mengalami luka-luka berupa patah tulang tangan kiri, patah pundak sebelah kiri dan luka sobek di tangan kiri hingga mendapat 30 jahitan sebelum meninggal.

Sementara itu, Aris (43), salah seorang saksi menyebutkan, saat kejadian korban bersama rekannya terlihat berusaha merobohkan bangunan untuk mencari rongsokan besi bekas. Korban mendorong tembok menggunakan besi, sedangkan tiga temannya bagian menarik berusaha merobohkan tembok.

"Pada saat tengah mendorong dan menarik, tiba-tiba tembok bangunan roboh dan langsung menimpa tubuh korban. Warga yang melihat kejadian itu berusaha menolong dan membawa korban ke rumah sakit," katanya. 

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR