Virus Corona Sebabkan Sektor Pariwisata Indonesia Merugi Rp 38,2 Triliun

Nasional

Rabu, 12 Februari 2020 | 20:22 WIB

200212202220-virus.jpg

dok

ilustrasi

MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio menyebutkan potensi kerugian di sektor pariwisata akibat serangan virus corona mencapai 2,8 milliar dolar AS atau Rp 38,2 triliun.

"Karena ini kan masih bergerak, kita bisa tahu ruginya berapa kalau corona udah berhenti kalau kita 'average' (rata-rata) setahun dari China saja dengan dua juta jumlah wisatawan kan sudah 2,8 miliar dolar AS kerugian misalnya," terang Wishnutama usai rapat koordinasi dengan Menhub dan operator penerbangan di Kemenpar, Jakarta, Rabu (12/2/2020).

Angka tersebut, lanjut dia, jika dihitung dari kunjungan jumlah wisatawan Cina ke Indonesia selama satu tahun di mana rata-rata mencapai dua juta wisatawan mancanegara.

"Jadi, memang ini mengukurnya tidak sesederhana kalau sudah semua selesai, tapi yang kita tahu Cina wisatawannya dua juta. Artinya kalau terjemahkan ke devisa 2,8 miliar dolar AS, tinggal hitung aja nanti berapa lama masa virus berkembang," tuturnya.

Potensi kerugian tersebut, Wishnutama menjelaskan, karena pada masa-masa Februari hingga Maret biasanya para wisatawan tengah memesan pesawat ataupun hotel (booking period) persiapan liburan musim panas.

"Kalau Februari sampai Maret ini kan 'booking period'. Sekarang wisatawan sedang pesan transportasi dan hotel untuk liburan musim panas. Ini juga akan punya dampak, kalau misalnya virus corona ini April selesai, itu imbasnya ke liburan musim panas," jelas dia.

Namun, lanjutnya, angka pasti kerugian bisa dihitung setelah dampak dari virus corona selesai, tetapi setelah itu juga masih terdampak efek sampingnya.

"Belum lagi dampak lainnya atau dampak setelah virus ini selesai dan juga ada tren menurun juga keinginan orang untuk berwisata," katanya.

Bendara-bandara yang menjadi hub internasional, seperti Singapura dan Hong Kong juga menjadi sepi.

"Dan hub-hub Singapura dan Hong Kong meskipun tidak dari Cina ada kecenderungan sepi sekarang. Itu juga punya dampak," katanya.

Berdasarkan data Kementerian Pariwisata, kontribusi kunjungan wisatawan mancanegara Cina termasuk tertinggi, yakni dua juta wisman dengan total belanja 14.000 dolar AS per kunjungan atau Rp 192 juta.

Sementara itu, target perolehan devisa dari sektor pariwisata direncanakan mencapai 21 miliar dolar AS pada 2020 atau lebih besar 1 miliar dolar AS dari realisasi 2019 sebesar 20 miliar dolar AS atau Rp 275 triliun.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR