Program Pangandaran Mengaji Belum Bisa Membentuk Karakter Kaula Muda

Daerah

Rabu, 12 Februari 2020 | 19:04 WIB

200212190857-progr.jpg

ANGGOTA Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DPRD Kabupaten Pangandaran, Cecep Nur Hidayat menilai feedback pelajar terhadap program Ajengan Masuk Sekolah dan Pangandaran Mengaji masih minim. Hal itu diungkapkan Cecep pada saat pertemuanya disalah satu masjid di Pangandaran, Rabu (12/2/2020).

Menurut Cecep, peran guru ngaji dalam melaksanakan dua program pendidikan agama tersebut sudah maksimal. Akan tetapi, tidak seiring dengan umpan balik yang diberikan oleh para pelajar.

“Keberhasilannya masih fifty-fifty dikarenakan belum ada feedback, ini terlihat (dari belum adanya) perubahan karakter pelajar di Kabupaten Pangandaran,” kata Cecep.

Salah satunya, menurut dia, soal kesadaran mereka untuk mengaji belum terlihat setelah menyelesaikan proses belajar mengajar di sekolah khususnya untuk siswa SMP dan SMA. Dirinya mengaku miris jika Kabupaten Pangandaran yang menjadi destinasi wisata dunia, namun karakter anak di daerah tersebut belum terbentuk.

“Takutnya mempengaruhi akhlaqul karimah pelajar di Kabupaten Pangandaran,” imbuhnya.

Meskipun begitu, Cecep tetap mengapresiasi program AMS dan Pangandaran Mengaji yang dicanangkan Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata bersama dengan para MUI maupun ulama.

Tujuannya tentu untuk membentuk karakter pendidikan agama para pelajar agar lebih baik lagi. Dengan adanya kedua program inovatif dari Pemkab ini diharapkan dapat merangsang karakter para pelajar dalam pendidikan agama sesuai dengan apa yang dicita-citakan Bupati Pangandaran.

“Khususnya keagamaan mereka, minimal mau berjamaah dalam mengaji menjelang ba’da Maghrib sampai Isya,” tutur Cecep.

Lebih jauh menurut Cecep, Program Pangandaran mengaji yang dianggarkan di dinas pendidikan tahun 2019 mengalami keterlambatan dalam pencarian yang mana sangat menggangu sekali ketulusan guru guru ngaji yang biasanya akhir bulan Desember 2019 sudah bisa dicairkan namun sekarang baru bisa dicairkan bulan Februari 2020 ini.

Cecep menambahkan soal keterlibatan pencarian ini untuk menjadi bahan pertimbangan dan jadi evaluasi untuk dinas terkait supaya jangan ada terjadi lagi anggaran yang mandeg atau keterlambatan seperti saat ini. Cecep menambahkan jika anggaran Pangandaran mengaji ini sangat besar mencapai Rp 8 miliar ini tentunya dalam hal ini pencariannya jangan sampai tertunda seperti tahun 2020 ini.

Ditempat terpisah, sekertaris dinas pendidikan, pemuda dan olahraga Kabupaten Pangandaran DR H Agus Nurdin mengatakan, tidak ada keterlambatan soal pencarian, soal ini sudah beres seminggu yang lalu, hanya saja mungkin dalam pada saat pengambilannya disalah satu bank ada pembagian sesi atau waktu pada saat pengambil,dimana guru ngaji yang terkaper dipangandaran mengaji ini lebih dari 7000 orang.

"Tentunya tidak bisa sekaligus dalam pengambilan nya,itu artinya dibagi bagi sesinya hingga butuh waktu yang lumayan lama dalam pengambilannya," katanya.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR