Wagub Uu: Masjid di Lingkungan Pendidikan Harus Bisa Meningkatkan Moral dan Iman

Bandung Raya

Rabu, 12 Februari 2020 | 18:44 WIB

200212184438-wagub.jpg

Rio Ryzki Batee

WAKIL Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum berharap hadirnya masjid di lingkungan pendidikan dapat meningkatkan moral dan iman dari para peserta didik. Sehingga kondisi tersebut bisa ikut mensukseskan program Jabar Juara Lahir-Batin.

"Maka dibutuhkan sarana dan prasarana pendukungnya seperti masjid, pondok pesantren, Madrasah Diniyah dan lainnya, di lingkungan pendidikan," ungkapnya usai meresmikan Masjid Nurul Ilmi di SMAN 26 Bandung, Jln. Sukaluyu, Kota Bandung, Rabu (12/2/2020).

Menurutnya masjid merupakan salah satu pemicu dalam meningkatkan keimanan dan ketakwaan, yang bercirikan moral dan ahklakul karimah. Dengan dibentuknya Ikatan Remaja Mesjid (IRMA) yaitu organisasi yang didorong oleh Pemprov Jawa Barat melalui Dinas Pendidikan sebagai wadah kegiatan ekstrakurikuler, dapat menambah nuansa keagaamaan di sekolah tersebut.

"Organisasi tersebut bukan untuk saingan dengan OSIS karena sekarang banyak nama yang masuk di SMA. Maka biar seragam, kami instruksikan harus satu nama yaitu IRMA ditambah dengan nama mesjid yang ada," ujarnya.

Lebih jauh, Uu menerangkan, kegiatan ini mampu memberikan pendidikan yang bernuansa ukhrowi bersifat ekstrakulikuler.

Selain itu, pihaknya meminta kepada setiap kepala sekolah agar bisa menjadi inisiator dalam pembangunan sarana dan prasarana, khususnya untuk kegiatan yang bersifat ukhrowi atau keagamaan.

"Kalau pun tidak, tapi kemudian ingin membangun bisa minta bantuan kepada kami tetapi harus melalui persyaratan tertentu. Tapi ingat, ada hak bagi para kepala sekolah meminta kepada kami dan hak kami untuk memberikan bantuan," katanya.

Persyaratannya, yakni tanahnya bersifat wakaf dan yang mengajukan DKM, bukan sekolah atau yayasan.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat, Dewi Sartika mengatakan, dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) memerlukan berbagai persyaratan yang harus dipenuhi seperti standar isi, proses, sarana dan prasarana.

Lebih jauh, standar sarana dan prasarana ini, diperlukan untuk penguatan keagamaan. "Alhamdulillah di SMAN 26 Bandung ini sudah ada dengan bantuan Pemprov Jabar," terangnya.

Kepala Sekolah SMAN 26 Bandung, Solihin menambahkan pihaknya memiliki program gerakan seribu sehari (geser), dimana para siswa menyisihkan uangnya untuk kegiatan sosial seperti membantu orang yang kurang mampu termasuk pembangunan masjid.

"Tapi tetap kegiatan sosialnya tidak dihilangkan. Maka sebagian dana tersebut dialokasikan untuk membangun masjid," ucapnya.

Selain itu, pembangunan masjid tersebut mendapatkan bantuan dari Pemprov Jabar sebesar Rp 1 miliar. Ia menjelaskan, masjid tersebut berstatus umum artinya bisa digunakan oleh masyarakat. Bahkan, Ketua DKM pun secara pribadi bukan atas nama sekolah.

"Masyarakat umum pun boleh beribadah di sini. Inilah salah satu persyaratan yang direstui oleh Pemprov Jabar. Juga bisa digunakan kegiatan masyarakat, misalnya kita mengundang kegiatan majelis taklim untuk kegiatan keagamaan di sekolah," tambahnya.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR