Bea dan Cukai Jabar Lakukan Pemetaan Antisipasi Virus Corona

Bandung Raya

Rabu, 12 Februari 2020 | 18:05 WIB

200212180109-bea-d.jpg

Rio Ryzki Batee

Kabid Fasilitas Kepabeanan dan Cukai Kanwil DJBC Jabar Nurtanti Widyasari

KANWIL Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Jawa Barat melakukan pemetaan terkait antisipasi virus Corona. Langkah itu dilakukan ditengah cukup masifnya barang impor yang datang dari Cina.

Kabid Fasilitas Kepabeanan dan Cukai Kanwil DJBC Jawa Barat, Nurtanti Widyasari mengatakan, pihaknya telah meminta setiap kepala kantor di wilayah Jabar untuk mengantisipasi virus Corona. Terutama dampaknya kepada kegiatan ekspor dan impor.

"Ini telah dimintakan agar dipetakan, termasuk asistensinya ke perusahaan-perusahaan, kira-kira apa dampaknya dengan adanya virus Corona ini," ungkapnya di Kanwil DJBC Jabar, Jln. Surapati, Kota Bandung, Rabu (12/2/2020).

Menurutnya, pengecekan tersebut dilakukan baik ke perusahaan penimbunan berikat yang jumlahnya ratusan, maupun perusahaan fasilitas KITE (Kemudahan Impor Tujuan Ekspor).

"Kalau asistensi sudah diberikan dan ternyata sudah diberikan dan ternyata bisa diselesaikan, itu bagus. Tapi kalau ada kendala, maka kantor wilayah akan mem-follow up," ujarnya.

Diakuinya meski sejauh ini belum ada persoalan yang signifikan, Kantor Bea dan Cukai Cirebon melakukan kunjungan ke sejumlah perusahaan. Dimana banyak keluhan terkait barang-barang yang masuk dari Cina.

"Berarti ada pengaruh ke pasokan, juga kepada pengurangan tenaga kerja, ini yang diantisipasi. Jangan sampai dampak virus Corona meluas dan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," terangnya.

Lebih jauh, pihaknya menargetkan peta antisipasi virus Corona dapat selesai dalam waktu dekat. Terlebih dengan adanya masukan dari Bea dan Cukai Cirebon, maka instruksi serupa diberikan kepada para kepala kantor di wilayah Jawa Barat.

Disinggung terkait distopnya barang-barang yang masuk dari Cina, lanjutnya, hal tersebut merupakan bagian dari ranah karantina. Mengingat barang atau bahan baku yang masuk, akan terlebih dahulu ke karantina.

"Jadi barang yang masuk itu ke karantina dulu, baru Bea Cukai. Rencananya minggu depan sudah masuk terkait pemetaan virus Corona ini, karena mendata setiap perusahaan tidak mudah dan jumlahnya yang cukup banyak," tambahnya.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR