Sekolah Ibu Diklaim Turunkan Angka Perceraian, Fakta Berbicara Lain

Daerah

Rabu, 12 Februari 2020 | 16:45 WIB

200212164138-sekol.jpg

ist

DINAS Pemberdayaan Masyarakat dan Perlindungan Perempuan dan Anak Kota Bogor mengklaim Program Sekolah Ibu sukses menurunkan angka perceraian di Kota Bogor. Namun faktanya, data dari Pengadilan Negeri Agama Kota Bogor, menyebutkan, angka perceraian di Kota Bogor terus meningkat.

Berdasarkan data Pengadilan Agama Kota Bogor, sejak 2015 hingga 2018, kasus gugatan perceraian cukup tinggi. Mayoritas didominasi perkara gugat cerai oleh istri.
Pada 2015, data perkara perceraian mencapai 1.555 perkara. Sementara pada 2016, perkara perceraian meningkat sebanyak 1.665 perkara. Berkas pengajuan perceraian tertinggi terjadi pada 2017. Ada sebanyak 1.885 perkara perceraian yang tercatat Pengadilan Negeri Agama Kota Bogor.

Sementara pada 2018, angka perceraian mencapai 1.680, dan pada 2019 tercatat sebanyak 1.673 perkara perceraian yang terdaftar di Pengadilan Negeri Agama Kota Bogor.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Perlindungan Perempuan dan Anak Kota Bogor, Tini Sri Agustini menuturkan, sejauh ini program Sekolah Ibu sudah terbukti menekan angka perceraian. Beberapa alumni Sekolah Ibu, yang sebelumnya menggugat suami akhirnya memutuskan damai setelah mengikuti pembelajaran di Sekolah Ibu.

"Sekolah Ibu ini memang salah satu upaya menekan perceraian. Kami juga punya mitra-mitra pelayanan masyarakat untuk menekan kekerasan terhadap perempuan, ada juga Puspaga (Pusat Pemberdayaan Keluarga). Ini juga salah satu upaya kita untuk menekan perceraian," kata Tini kepada wartawan "PR", Windiyati Retno Sumardiyani, Rabu, (12/2/2020).

Tini menyebut, Sekolah Ibu sudah cukup untuk meningkatkan ketahanan keluarga. Penerima manfaatnya adalah anak dan suami. Modul yang diberikan juga berkaitan dengan peningkatan ketahahan keluarga, termasuk didalamnya konsep dasar perkawinan.

"Karena ibu ini sebagai manajer keuangan, dokter keluarga, istri bagi suami, pendidik bagi anaknya, jadi penerimanya langsung keluarga," kata Tini.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR