Stadion Si Jalak Harupat Siap Dijadikan Homabase Persib

Persib

Rabu, 12 Februari 2020 | 16:35 WIB

200212163302-stadi.jpg

dok

Stadion Si Jalak Harupat

STADION Si Jalak Harupat (SJH) di Kabupaten Bandung siap dijadikan homebase Persib sepanjang Liga 1 tahun ini. Seperti diketahui, menjelang kick-off Liga 1, Persib Bandung masih dibingungkan dengan persoalan homebase.

Dari informasi yang dihimpun, selain SJH, Persib telah menjadikan Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) sebagai alternatif. Pasalnya, hingga saat ini belum ada kepastian dari Pemkot Kota Bandung terkait bisa dan tidaknya stadion tersebut digunakan.

"(SJH) sudah siap, tidak ada masalah dari segi lapangan atau fasilitas pendukung seperti kamar ganti dan lainnya," kata Unit Pelaksana Teknis Dinas Daerah (UPTD) SJH, Mulyana saat ditemui di Stadion SJH, Kabupaten Bandung, Rabu (12/2/2020).

Lebih lanjut Mulyana mengatakan, sebelum digunakan, pada tanggal (17/2/2020) nanti Stadion berkapasitas 27.000 kursi itu akan diperiksa kembali oleh pihak operator, PT Liga Indonesia Baru (LIB).

"Nanti juga insha Allah tanggal 17 akan ada pemeriksaan lagi dari pihak LIB. Kami sih sudah siap ya," katanya.

Mulyana menegaskan jika SJH sudah berstandar AFC. Pihaknya akan segera menyesuaikan apabila terdapat aturan baru terkait standar tinggi rumput lapangan.

"Karena memang sudah sesuai dengan standar AFC, ya kita sesuaikan, baik itu ukuran rumput maupun gradasi warna ya. kalau tidak salah tiga sentimeter,"ungkapnya.

Jika PT PErsib Bansung Bermartabat (PBB), akan menggunakan SJH, Mulyana menitipkan agar semua pihak bisa saling menjaga fasilitas yang terdapat di stadion. Mengingat SJH akan dipergunakan untuk Piala Dunia U-21.

"Siap saja kalau Persib mau pakai, kapan saja. Tapi kami titip juga untuk jaga lapangan dan fasilitas umumnya. karena memang ini juga untuk Piala Dunia juga," katanya.

Selain stadion, di kawasan Sarana Olahraga (SOR) SJH juga kini telah memiliki venue lapangan latihan sepak bola baru yang letaknya berada di dekat gerbang pintu masuk kawasan SOR.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR