Diungkap Peneliti Jerman, Menempel pada Pegangan Pintu Virus Corona Mampu Bertahan Sembilan Hari

Dunia

Rabu, 12 Februari 2020 | 16:08 WIB

200212160822-empat.jpg

dailymail

Hasil penelitian mengungkap, virus corona yang kini menjadi covid-19 seperti yang mulai mewabah di Wuhan Cina dapat bertahan hidup pada gagang pintu atau pegangan tangan pada fasilitas umum hingga sembilan hari.

Kecuali permukaannya didesinfeksi, virus dapat mengintai dan tetap menular empat kali ebih lama dari flu yang bertahan selama dua hari. Dikutip dari DailyMail kemarin, penelitian juga mengungkap virus-virus tersebut relatif mudah dibunuh dengan alkohol atau pemutih tapi dapat hidup untuk waktu yang lama jika dibiarkan tidak terganggu.

The route.

Para ilmuwan juga memperingatkan alat pelindung yang dikenakan petugas medis harus dibuang setelah digunakan karena virus corona dapat bertahan hidup hingga dua hari. Penelitian dilakukan di tengah wabah tipe baru corona  yang menyebar di belasan negara dan menginfeksi lebih dari 40.000 orang di seluruh dunia.

Penelitian dilakukan tim ahli Jerman dari Ruhr University Bochum dan University of Greifswald. Memahami virus dan cara memusnahkannya sangat penting untuk menghentikan wabah dan mengendalikan penyakit.

Grafik jumlah korban tewas akibat corona.

Para ahli di Jerman mengekstrak data dari 22 studi yang mengamati tingkat kelangsungan hidup  virus corona, termasuk jenis SARS dan MERS. Hasilnya corona dapat bertahan pada permukaan yang tidak hidup seperti plastik, kaca, logam dan kayu rata-rata antara dua jam hingga sembilan hari.

Ketika benda mati terkena virus dan dapat menyebarkan patogen, ini dikenal sebagai “fomite”. Seperti flu, virus menyukai cuaca yang lebih dingin dan dapat hidup pada benda mati hingga 28 hari jika suhunya 4C atau lebih rendah.

Dalam paparan studi yang dipublikasikan  Journal of Hospital Infection juga disebutkan suhu di atas 30 Celsius memangkas tingkat kelangsungan hidup virus.

Sebaran saat ini.

Temuan lainnya virus bisa dengan mudah dibunuh menggunakan produk pembersih sederhana atau disinfektan berbasis alkohol yang dalam satu menit dapat menghancurkan virus corona.  Sedangkan pemutih hanya membutuhkan waktu 30 detik untuk mendisinfeksi benda apa pun yang terkontaminasi.

Analisis tidak mengungkap seberapa banyak virus yang dapat ditransfer dari fomite pada manusia. Namun para peneliti memperkirakan di atas 31 persen. Transmisi fomite bervariasi dan bergantung pada berapa lama kuman berada  di permukaan objek sebelum seseorang menyentuhnya.

Jumlah kasus di berbagai negara.

Tim peneliti yang dipimpin  profesor Gunter Kampft dari University of Greifswald mengatakan, “Virus corona manusia dapat tetap menular pada permukaan objek mati di suhu kamar hingga sembilan hari.” Sedangkan pada suhu 30C atau lebih, durasi ketahanannya lebih pendek. Sementara itu virus corona hewan  terbukti bertahan lebih lama selama 28 hari.

Ia melanjutkan, “Tidak ada data yang ditemukan mengenai frekuensi persentuhan tangan dengan benda yang terpapar virus hingga terkontaminasi atau berapa banyak virus yang mengontaminasi setelah kontak dengan permukaan yang bervirus.”

Sementara itu, WHO merekomendasikan penggunaan pembersih tangan berbasis alkohol untuk dekontaminasi misalnya setelah melepas sarung tangan. Sebagai perbandingan kontak lima detik dengan virus influenza A dapat mentransfer 31,6 persen viral load atau kisaran jumlah partikel virus pada tangan.

Editor: Mia Fahrani

  • BERITA TERKAIT

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR