Tak Ingin Ulangi Kesalahan MERS

Diumumkan WHO, Corona Kini Jadi Covid-19 Apa Artinya?

Dunia

Rabu, 12 Februari 2020 | 15:24 WIB

200212152442-tak-i.jpg

dailymail

Enam pekan sejak pertama kali mewabah, virus corona sebenarnya belum memiliki nama sendiri. Corona  digunakan merujuk pada kelompok virus serupa yang salah satunya memicu SARS (severe acute respiratory syndrome) dan MERS (Middle East respiratory syndrome).

Dikutip dari DailyMail, Rabu (12/2/2020) tepat hari ini Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) resmi mengumumkan nama virus mematikan yang bermula di Wuhan, Cina.  Direktur Jenderal WHO, Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus mengumumkannya pada konferensi di Jenewa, Swiss.

Direktur Jenderal WHO, Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus.

Nama Covid-19 dipilih untuk virus yang sejak mewabah mendapat banyak nama seperti  corona Wuhan, coronavirus Cina,  bahkan flu ular. Lalu apa arti COVID-19?  

Ghebreyesus menyebut, C-o = corona, v-i = virus, dan D = disease. Jadi Covid bisa diartikan penyakit virus corona.  Angka 19 menandai tahun pertama kali virus teridentifikasi.

Pemilihan nama dilakukan berdasar pedoman yang disepakati antara WHO, Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia Perserikatan Bangsa-Bangsa. Pilihan nama tidak boleh merujuk pada lokasi geografis, hewan, individu atau sekelompok orang, mudah diucapkan dan terasosiasi dengan penyakit yang diakibatkan.

Sebaran saat ini.

Pedoman wajib ditaati khususnya agar nama yang dipilih tidak memicu stigmatisasi pada kelompok mana pun dan yang terpenting mencegah penggunaan nama lain yang tidak akurat.

“Nama penting untuk mencegah penggunaan nama lain yang bisa saja tidak akurat atau menstigmatisasi. Penamaan juga memberi kita format standar yang  digunakan untuk setiap wabah coronavirus di masa depan," paparnya.

Tim medis tak pernah lepas dari kelengkapan hazmat.

Spekulasi nama muncul setelah  para ilmuwan di Komite Internasional  Taksonomi Virus (ICTV) pekan lalu mengumumkan telah memilih satu nama. Nama  juga merujuk pada seluruh spektrum kondisi klinis yang disebabkan oleh virus, kata kepala ilmuwan WHO Soumya Swaminathan. Artinya tidak spesifik untuk gejala tertentu.

SARS dan MERS misalnya hanya merujuk pada efek yang timbul pada paru-paru atau efek pernapasan. WHO memiliki perangkat aturan internasional yang harus diikuti para ilmuwan ketika mengusulkan nama baru untuk virus.

Di antaranya dilarang menggunakan referensi  tempat-tempat tertentu di dunia, komunitas, nama seseorang atau hewan karena dapat memicu protes atau tudingan rasisme.

Seperti yang terjadi pada penamaan MERS atau Sindrom Pernafasan Timur Tengah, juga Flu Spanyol, Lyme, Japanese ensefalitis, flu babi, flu burung, dan cacar monyet. Larangan lainnya yaitu penggunaan kata atau istilah yang bisa menimbulkan ketakutan seperti menambahkan kata atau frasa “tak dikenal”, “mematikan”, “fatal” dan “epidemik”.

Seriusnya pemilihan nama tergambar dari waktu yang diperlukan untuk Covid-19 yaitu lebih dari satu bulan. Bukan sekadar identifikasi, nama pun membantu otoritas kesehatan menentukan apa yang harus dilakukan untuk menghentikan virus. Di antaranya memahami penyebaran dan gejala  yang ditimbulkan.

Upaya seorang warga Beijing dari paparan virus Covid-19.

Terakhir nama juga harus mudah diucapkan dan diingat. Penggunaan 2019-nCoV sebelumnya menjadi contoh. Dr Crystal Watson dari Universitas Johns Hopkins  Baltimore, Maryland kepada BBC pekan lalu mengatakan, “Nama 2019-nCoV tidak mudah diucapkan sehingga media dan publik menggunakan nama lain.”

“Bahaya ketika sebuah virus tidak memiliki nama resmi adalah penggunaan  istilah-istilah terstigma seperti virus Cina. Ini dapat memunculkan reaksi balik terhadap populasi tertentu,” lanjutnya. Hal serupa juga dihindari untuk  hewan karena bisa berakhir dengan pembantaian hewan.

Misalnya ketika merebak flu babi satu dekade lalu. Meskipun menyebar pada manusia, bukan babi, pemerintah Mesir faktanya membantai semua babi di negara Piramid tersebut. Jumlahnya atak kurang dari 80 ribu ekor.

 

Editor: Mia Fahrani

  • BERITA TERKAIT

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR