Yayan : Masih Ada yang Mencoba Jalur Belakang dan Jimat

Bandung Raya

Rabu, 12 Februari 2020 | 13:39 WIB

200212141348-yayan.jpg

KEPALA Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Bandung Yayan A. Brilliyana mengatakan saat ini masih ada orang yang percaya bisa masuk CPNS lewat jalur belakang. Yayan pun menegaskan lolosnya peserta tergantung pada kemampuan mereka, sehingga harus percaya diri.

"Masih ada orang yang coba-coba lewat saudaranya atau temannya kemudian kenal sama saya dan meminta untuk paksakan bisa masuk. Saya tegaskan tidak bisa, enggak ada titip menitip. Bahkan ajudan Pak Wakil pun ikut serta, enggak ada satu pun kata yang terucap dari beliau," ungkap Yayan di Graha Batununggal, Rabu (12/2/2020).

Dikatakan Yayan, terdapat 6609 peserta yang mengikuti Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), untuk 868 formasi. Namun ada 4 formasi yang tidak terisi yakni tenaga spesialis jantung dan penyakit dalam.

"Dari 6609 peserta ini akan mengkerut menjadi 868 kali tiga atau 2604 orang dan akan dites lagi. Tes keduanya (seleksi kompetensi bidang) nanti di bulan Maret atau April. Hasil tes langsung diumumkan di web," ungkapnya.

Tes hari ini, kata Yayan, merupakan selekai tahun 2019. Diharapkan pada tahun 2020 digelar kembali seleksi CPNS, karena tiap tahun selalu ada PNS yang pensiun.

"Kamu berharap 2020 ada lagi karena kita masih kekurangan. Tapi ada sinyal kita menyelenggarakan dua kali tes karena minta dipersiapkan," ungkapnya.

Untuk pelaksanaan SKD kali ini, kata Yayan, peserta dipisahkan laki-laki dan perempuan dipisahkan karena untuk memudahkan pengecekan. Pasalnya, ada body checking. Pada body checking ini, petugas sempat menemukan adanya barang seperti "jimat" di tubuh salah seorang pwserta.

"Ada di kaki, ada bungkusan seperti kain karung. Saya enggak lihat isinya, cuma itu disimpan oleh petugas," ungkapnya.

Peserta yang bersangkutan tidak mengaku benda itu sebagai jimat, namun petugas tetap menyimpannya.

"Pesertanya tetap boleh ikut ujian, cuma barangnya saja disimpan," ungkapnya.

Dikatakannya, barang yang dianggap tidak mengganggu ujian seperti anting atau gelang untuk seleksi tahun ini tidak dilepas dan boleh dipakai.

"Kalau tahun kemarin itu harus dilepas, sekarang enggak. Kecuali kalau handphone, jimat, alat koneksi itu harus disimpan," terang.

Para peserta, lanjutnya, harus datang lebih awal dan tidak boleh terlambat. "Tadi ada yang telat, tapi belum bunyi untuk pelaksanaan tes, jadi masih bisa masuk. Kalau sudah mulai, dia gugur karena mulai detik itu sudah milik BKN, saya pun tidak bisa masuk ke ruang seleksi," tandasnya.

Pada SKD CPNS kali ini, BKPP mengerahkan 80 petugas. Itu pun belum diback up dinas lainnya, seperti Diskominfo, Satpol PP dan lainnya. Sementara itu, Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana mengaku tak menitipkan pesan atau kata apapun pada BKPP terkait ajudannya yang ikut serta.

"Saya hanya minta Afwan libur kemarin untuk menghapal, karena hari ini ikut tes," ungkapnya.

Tahun lalu, kata Yana, ajudannya pun ikut seleksi CPNS dan gugur. Tahun ini, ajudan Yana pun kembali menjadi peserta. Yana meminta ajundannya percaya diri pada kemampuan.

"Saya harap hasilnya yang terbaik saja," tandasynya.

Editor: Kiki Kurnia

  • BERITA TERKAIT

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR