Ayah Tiri Pembunuh Balita di Ciamis Divonis 15 Tahun Penjara

Meja Hijau

Selasa, 11 Februari 2020 | 19:31 WIB

200211193129-ayah-.jpg

Pepi Irawan

TERDAKWA Asep Doni Bin Daryono (23), ayah tiri yang membunuh balita akhirnya divonis 15 tahun penjara oleh Majelis Hakim majelis PN Ciamis. Selain hukuman badan, terdakwa juga dijatuhi denda Rp Rp 50 juta.

Hal itu terungkap pada sidang agenda putusan yang dipimpin oleh Hakim Ketua Dian Wicayanti, di PN (PN) Ciamis, Selasa (11/02/20).

"Terdakwa telah melakukan perbuatan yang mengakibatkan hilangnya nyawa anak tirinya. Sehingga terdakwa dijerat hukuman 15 tahun penjara dan denda hingga Rp 50 juta dipotong masa tahanan," kata Hakim.

Masih kata Hakim, apabila terdakwa tidak sanggup membayar denda tersebut maka terdakwa harus menganti dengan tambahan hukuman selama 6 bulan.

Kasubag Humas PN Ciamis, David Panggabean mengatakan, Vonis 15 tahun penjara lebih ringan dibanding tuntutan jaksa. "Vonis tersebut tersebut lebih ringan enam bulan dibanding tuntutan jaksa," ujarnya.

Menurutnya David, Majelis Hakim mempertimbangkan beberapa hal dalam memutus perkara. Hal yang meringankan di antaranya terdakwa bersikap tidak berbelit-belit dalam memberikan keterangan, selalu kooperatif, berperilaku baik selama dalam proses penyelidikan, penyidikan, sidang dan sampai pada pembacaan putusan.

Seperti diketahui, kejadian tersebut berawal ketika terdakwa yang merupakan ayah tiri korban, pada Senin (21/10/2019) tengah malam kepada istrinya, Yesi Mulyasari (26) meminta izin membawa korban untuk dititipkan ke orangtuanya (nenek korban) di Sidangkasih.

Hal itu dilalukan terdakwa karena korban rewel terus, sementara ibu korban dalam keadaan hamil. Di tengah perjalanan tersangka menghentikan motornya dan meminta korban untuk diam tidak rewel. Karena korban terus menangis, tersangka mengaku kesal dan melakukan pemukulan hingga korban tersungkur dengan luka di beberapa bagian tubuhnya.

Terdakwa yang sebelumnya diketahui menenggak minuman keras jenis ciu, semakin emosi hingga tega melakukan penganiayaan hingga menewaskan anak tirinya.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR