Pemkot Bandung Kembangkan Beragam Metode Pengolahan Sampah di Cicabe

Bandung Raya

Selasa, 11 Februari 2020 | 16:26 WIB

200211162720-pemko.jpg

WALI Kota Bandung, Oded M. Danial mengatakan, Pemkot Bandung akan mengembangkan beragam metode pengolahan sampah, salah satunya di Cicabe. Rencana tersebut digagas usai menjajaki kunjungan kerja ke Jepang beberapa waktu yang lalu.

Menurutnya, di Kawasan Cicabe telah dikembangkan Pusat Daur Ulang (PDU) yang dikelola oleh PD Kebersihan Kota Bandung.

Lebih jauh, lokasi tersebut akan dikembangkan untuk mencoba berbagai cara pengolahan sampah, sekaligus mencari metode yang paling cocok dan efektif dalam rangka menekan produksi sampah di Kota Bandung.

"Rencananya kita akan buat pengembangan daur ulang dan pengolahan sampah di Cicabe. Prinsipnya sekarang berbagai metode akan dicoba semuanya, nanti apa yang paling tepat itu yang digunakan," ungkapnya di Balai Kota Bandung, Jln. Wastukancana, Selasa (11/2/2020).

Sementara itu, Direktur PD Kebersihan, Gun Gun Saptari menuturkan kerjasama yang dilakukan dengan Kawasaki, salah satunya adalah pengembangan teknologi tepat guna terkait sampah. Rencananya akan ujicoba di Cicabe merupakan pilot project, dari kerjasama tersebut.

"Jadi Cicabe nantinya untuk ke tahap implementasinya masih ada proses koordinasi lanjutan dengan pihak JICA Jepang dan pemerintah Kawasaki. Tapi secara prinsip sudah ada kesepahaman," tuturnya.

Gun Gun menerangkan, pada prinsipnya pelajaran berharga dari Kota Kawasaki dan kunjungan ke kota-kota yang lebih maju adalah adanya pemisahan sampah sejak dari sumber.

"Selain itu, juga pengolahan sampah baik skala kecil maupun skala besar dengan berbagai macam teknik," katanya.

Dikatakannya dengan program Kurangi Pisahkan Manfaatkan (Kang Pisman), maka Kota Bandung sedang mengarah ke sistem yang sama seperti diterapkan di Kota Kawasaki. Namun dengan sedikit penyesuaian dengan kondisi yang ada di Kota Bandung.

"Saat ini, Kota Bandung sudah mulai bergerak sekalipun butuh proses cukup panjang," ujarnya.

Ia menambahkan, kunjungan ke Jepang juga menyepakati MoU baru dengan pemerintah Kawasaki, terkait transfer informasi serta teknologi penanganan permasalahan lingkungan lain selain sampah.

"Seperti masalah air, sungai dan kualitas udara," imbuhnya.

Editor: Efrie Christianto

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR