Bupati Bandung Barat Akui Angka Pengangguran dan Kemiskinan Masih Tinggi

Bandung Raya

Selasa, 11 Februari 2020 | 16:22 WIB

200211162255-bupat.jpg

BUPATI Bandung Barat Aa Umbara Sutisna tidak memungkiri angka pengangguran  dan kemiskinan di Bandung Barat masih cukup tinggi. Meski demikian setiap tahunnya selalu terjadi penurunan.

"Memang angka  pengangguran dan kemiskinan masih cukup tinggi.  Tapi kalau dilihat dari usia, Bandung Barat itu masih muda. Bandingkan dengan beberapa daerah lain.yang sudah berdiri puluhan bahkan ratusan tahun tapi angka prnganggurannya  masih cukup tinggi," kata Aa Umbara pada saat membuka Employers Forum Bandung Barat di Hotel Mason Pine,  Kota Baru Parahyangan,  Kabupaten Bandung Barat,  Selasa (11/2/2020).

Ditambahkannya, meski angka pengangguran masih cukup tinggi namun berbagai upaya sudah dilakukan oleh pemerintah.

"Untuk menghilangkan pengangguran jelas sulit, yang memungkinkan itu terus menurunkan angkanya. Melalui jargon Lumpaat, kita percepat pengentasan pengangguran ini," ujarnya.

Upaya yang sudah dan sedang berjalan adalah melalui program skill development center (SDC). Melalui program SDC akan dilahirkan wirausahawan baru penyaluran tenaga kerja ke sektor industri, juga pemagangan keluar negeri.

"Alhamdulillah sekarang Bandung Barat juga menjadi pilot project dari program Asian Development Bank (ADB) yang hampir sama dengan SDC. Tujuannya sama mengentaskan persoalan kemiskinan,"  tuturnya.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans)  Kabupaten Bandung Barat, Iing Solihin menambahkan acara Employers Forum Bandung Barat merupakan tindak lanjut dari pertemuan di Filipina beberapa waktu lalu. Selain Bandung Barat, daerah lain yang.mendapat program sama adalah Kota Makassar.

 "ADB memiliki program JobStart yang sudah tiga tahun diterapkan di Filipina dan berhasil menekan angka pengangguran hingga 30 persen," kata Iing.

Menurutnya,  jika program ini juga  berhasil di Bandung Barat maka akan mempercepat pengentasan persoalan pengangguran.

"Program ini akan dilaksanakan tahun 2020 dengan sasaran 400 orang. Mereka akan mendapat pelatihan technical skill dan soft skill,  serta pencetakan wirausahawan baru," tuturnya seraya menambahkan untuk tahap pertama yang dimulai Maret 2020  akan diarahkan pada 100 orang.

Sementara itu, peserta acara Employers Forum Bandung Barat berasal dari perwakilan ADB, Kementerian Ketenagakerjaan,  Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Balai Latihan Kerja,  pengusaha yang tergabung dalam Apindo dan Kadin.

Editor: Efrie Christianto

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR