Horor Home Birth, Bidan Tarik Paksa Bayi Sungsang Hingga Patah Kaki

Ragam

Selasa, 11 Februari 2020 | 14:54 WIB

200211145159-maksu.jpg

dailymail

Melahirkan di rumah atau home birth saat ini bukan hal baru. Tak sedikit figur publik yang melakukannya, termasuk mereka yang berasal dari kalangan berada dan berpendidikan tinggi. Tapi sepertinya tak semua berakhir happy ending. Seperti yang dialami pasangan asal Rusia ini.

Dikutip dari DailyMail kemarin, berniat mengikuti “tren” pasangan tadi menyewa jasa bidan. Namun rupanya sang bidan belum berpengalaman alias tidak memenuhi syarat untuk prosedur kelahiran di rumah. Hasilnya si jabang bayi menjadi korban.

Kedua telapak kaki bayi masih terlihat bengkak dan lebam.

Foto-foto mengejutkan menunjukkan malapraktik kelahiran di rumah tersebut membuat bayi mengalami patah kaki. Kedua kaki mungilnya terlihat membiru nyaris ungu setelah dua bidan amatir gagal “mengeluarkannya”. Diketahui jabang bayi berada dalam posisi sungsang dan kedua bidan tadi tak meminta bantuan medis dengan segera.

Kasus beberapa waktu lalu dan kini menjadi perhatian media Negeri Beruang Merah tersebut terjadi di Kota Voronezh.  Bayi yang diketahui sungsang itu lahir dengan posisi kaki duluan. Panik, kedua bidan yang menangani sempat keukeuh menyelesaikan prosedur sebelum kemudian membawa si ibu ke rumah sakit.

Ditarik paksa hingga patah.

Terungkap bidan berusaha mengeluarkan bayi dengan menarik paksa kaki bayi. Mereka juga menegaskan kepada orangtua klien termasuk ayah bayi, Ivan Z.  untuk tidak meminta bantuan ambulans. Ini karena mereka dapat menghadapi pertanggungjawaban pidana akibat prosedur kelahiran yang tidak memenuhi syarat.

Namun saat kondisi ibu kritis dan bayi tak juga bisa dikeluarkan paksa, keduanya membawa klien ke dalam mobil dan dengan segera menuju rumah sakit bersalin. Saat ini, dua kaki bayi dalam posisi keluar. Juru bicara rumah sakit Oksana Kozlova mengatakan, petugas medis yang menghadapi situasi kritis berhasil menyelamatkan nyawa ibu dan bayi melalui tindakan cepat.

Kondisi bayi kini membaik.

"Bayinya selamat tapi dia lahir dengan patah tulang dan cedera berbahaya lainnya. Ini karena keputusan ibunya menggunakan layanan asisten pribadi dalam persalinan di rumah daripada ditangani di rumah sakit," katanya.

Olga Samofalova, kepala ginekolog RS Bersalin Semiluksky mengaku prihatin.”Yang mengejutkan,  kelahiran di rumah dengan bidan yang sertifikasinya tak pasti ini seringkali dilakukan oleh wanita dengan pendidikan tinggi," katanya. Ia juga menuding publikasi praktik serupa di kalangan selebriti ikut memicu tren berisiko ini.

Akhirnya dilarikan ke RS Bersalin Semiluksky.

“Praktik ini memiliki risiko seperti cedera yang dapat melumpuhkan,  perdarahan masif, abses, dan nekrosis. Untungnya dalam kasus ini para dokter berhasil menyelamatkan ibu dan bayinya,” lanjutnya.

Kini keluarga baru yang identitasnya tak diungkap detail ini sudah kembali ke rumah. Bayi yang menderita patah tulang di kedua kaki dan sempat kekurangan oksigen pun semakin stabil.

Olga Samofalova, kepala ginekolog rumah sakit.

Sang ayah mengatakan mereka percaya dua bidan yang disewa,  Valeria dan Ekaterina sudah memenuhi syarat. Ia juga mengakui sudah memberi tahu keduanya mengenai posisi bayi yang sungsang. Sebelumnya istrinya sudah berupaya mengubah posisi bayi termasuk menjalani pengobatan homeopati.

"Bayi tetap sungsang, tapi mereka meyakinkan posisi bisa diubah selama proses persalinan. Tanpa dokter untuk berkonsultasi, upaya memperbaiki posisi bayi terus dilakukan. Saat situasi memburuk, mereka menolak memanggil ambulans,” ungkap Ivan.

Juru bicara rumah sakit Oksana Kozilova.

Menurutnya kedua bidan tersebut takut dipidana karena ternyata mereka menawarkan jasa kelahiran di rumah tanpa persyaratan memadai. Baru setelah semua benar-benar genting, Ivan membawa istrinya ke rumah sakit. Kini ia menyesal telah menyewa bidan rumah berbiaya £ 200 atau Rp 3,5 juta itu.

Tak itu saja, Valeria dan Ekaterina kini raib entah ke mana.  “Sekarang dua bidan yang kami sewa itu menghilang. Tapi saya memperingatkan bahwa kami memiliki rekaman lima jam persalinan anak kami di rumah," katanya. Kini meski sempat syok, Ivan dan keluarga sangat berterima kasih pada tim dokter  RS Bersalin Semiluksky karena menyelamatkan nyawa dua orang yang paling berharga dalam hidupnya.

Oh-my-HEART!




Editor: Mia Fahrani

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR