Patung Ganesha dan Ukiran Mirip Manusia Ditemukan di Lokasi Wisata Batu Mahpar

Daerah

Selasa, 11 Februari 2020 | 14:08 WIB

200211140921-patun.jpg

BATU berbentuk mirip Patung Ganesha dan manusia ditemukan di kawasan Objek Wisata Batu Mahpar, Kampung Tegalmunding, Desa Linggawangi, Kecamatan Leuwisari, Kabupaten Tasikmalaya.

Selain itu puluhan batu terukir itu yang diduga peninggalan zaman dulu banyak juga ditemukan. Tumpukan batu pertama kali ditemukan tertimbun tanah oleh pengunjung.

Sampai akhirnya petugas objek wisata setempat berinisiatif menggali tumpukan yang diduga artefak berbentuk patung itu, dan ditemukan patung berjumlah 22 buah.

Di antaranya 1 patung Ganesha dan sisanya ukiran mirip manusia. Namun, belum diketahui secara pasti asal muasal atau muncul zaman apa terkait puluhan patung yang diduga artefak ini.

Salah satu pegawai destinasi wisata Batu Mahpar, Nais Siti Nuraisyah mengatakan, penemuan batu itu awalnya dari pengunjung yang melihat sembulan batu dari dalam tanah sudah sejak lama. Yaitu sejak lokasi wisata Batu Mahpar dibuka untuk umum.

Dikatakannya, penggalian tersebut memang merupakan inisiatif pengelola. Sebab, pengelola ingin mendirikan museum di tempat tersebut.

"Rencananya akan dibuka museum, setelah banyak ditemukan artefak dan batu yang diduga benda kuno. Akhirnya dilakukan penggalian," katanya, Selasa (11/2/2020).

Menurutnya, satu patung yang terlihat menyembul ke permukaan dari dalam tanah sebenarnya sudah ditemukan sejak awal Batu Mahpar dibuka.

Kemudian petugas mencoba menggalinya. Setelah itu ditemukanlah batu dengan ukiran berbentuk manusia dan patung Ganesha pada Ahad (9/2/2020).

Meski begitu, kata Nais, belum ada penelitian mengenai penemuan patung-patung kuno di lokasi itu. Pengelola juga belum mengundang arkeolog untuk melakukan penelitian kepada patung-patung tersebut.

Hal senada diungkapkan Oys Saadah petugas objek wisata lainnya, mengenai penemuan batu terukir dan mirip patung Ganesha itu awalnya ditemukan oleh pengunjung objek wisata Batu Mahpar.

"Pengunjung tersebut melaporkan adanya tumpukan batu mirip patung tertimbun tanah, tapi sedikit menonjol ke permukaan. Setelah digali, ternyata ditemukan mirip patung Ganesha dan ukiran mirip manusia," ungkapnya.

Dikatakannya, bentuk puluhan patung tersebut tingginya sekitar 50 cm. Sementara lokasi penemuannya di tepi Sungai Parit Galunggung. Saat ini patung batu yang diduga merupakan peninggalan zaman dulu itu masih tergeletak tak jauh dari lokasi ditemukannya, dan hanya dipasangi garis pembatas tali plastik.

"Kami pasangi tali plastik agar tidak diganggu oleh pengunjung, soalnya khawatir juga itu merupakan bagian dari peninggalan jaman kuno," katanya.

Pengurus objek wisata Batu Mahpar, kata Oys, saat ini hanya membereskan beberapa temuan patung agar tidak rusak atau hilang.

Ditambahkanya, sampai saat ini belum ada tim ahli atau arkeolog yang datang ke lokasi penemuan batu.

Dihubungi terpisah Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Tasikmalaya, Safari Agustin mengatakan, di lokasi obyek wisata Batu Mahpar ada Situs Makam Walahir.

Berdasarkan keterangan dari para sesepuh, kata dia, lokasi sekitar Batu Mahpar dan Situs Makam Walahir merupakan pusat keilmuan pada masa Kabuyutan Galunggung. Berbagai pusat ilmu pengetahuan, keagamaan, politik, dan sosial berada di kabuyutan.

Di Situs Makam Walahir, terdapat beberapa makam. Konon ada ribuan makam yang ada di lokasi tersebut. Namun baru sekitar seratusan makam yang baru diketahui atau ditemukan.

Editor: Efrie Christianto

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR