Meningkat Tren Kematian yang Disebabkan Penyakit Jantung dan Stroke

Bandung Raya

Selasa, 11 Februari 2020 | 13:50 WIB

200211135110-menin.jpg

KEMATIAN manusia yang disebabkan penyakit jantung dan stroke trennya mengalami peningkatan setiap tahunnya. Untuk mencegah penyakit tidak menular tersebut, sebaiknya dilakukan deteksi dini atau pemeriksaan sedini mungkin khususnya pada usia produktif antara 15-59 tahun.

Kepala Puskesmas Majalaya, dr. H. Dadan Permana mengatakan, pentingnya dilaksanakan deteksi dini untuk mengetahui faktor penyakit tidak menular tersebut. Hal tersebut sebagai upaya pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular, di antaranya penyakit hipertensi, diabetes melitus, stroke, jantung dan penyakit lainnya.

"Kami berharap, usia produktif rajin memeriksakan diri, khususnya cek kesehatan. Selain memerhatikan gaya hidup, selain pola makan yang sehat dan gizi seimbang. Dengan cara itu, insya Allah penyakit jantung dan stroke akan terkendali," kata Dadan kepada galamedianews.com di Majalaya, Kabupaten Bandung, Selasa (12/2/2020).

Upaya pengendalian penyakit tidak menular itu, tambah Dadan, dengan cara istirahat yang cukup dan kendalikan stres. Masyarakat pun diharapkan untuk memahami program cerdik.

"Cerdik ini diartikan kepada masyarakat untuk rajin melakukan cek kesehatan, enyahkan asap rokok, rajin berolahraga, diet sehat dan gizi seimbang, istirahat yang cukup dan kendalikan stres," katanya.

Dadan mengatakan, tren penyakit tidak menular ini (jantung dan stroke) semakin meningkat bisa disebabkan karena perkembangan zaman. Selain karena pola makan yang tidak seimbang  dan pola hidup yang tidak sehat.

"Sering main handphone, sehingga pola makan kurang diperhatikan. Seharusnya banyak jalan kaki ketika bepergian kemudian naik angkutan umum, itu juga menjadi salah satu faktor penyebab. Jarang olahraga karena sibuk kerja, kemudian jarang joging dan makan jajanan yang tak sehat bisa menjadi salah satu penyebab menimbulkan penyakit," paparnya.

Dadan mengatakan, penyakit stroke yang dialami oleh pasien itu akibat adanya penyumbatan pembuluh darah di otak, selain pecahnya pembuluh darah di otak.  Penyakit stroke bisa disebabkan karena darah tinggi dan pecahnya pembuluh darah yang tidak terkontrol dan tidak terobati sesuai standar.

"Sedangkan penyakit jantung bisa disebabkan karena hipertensi, penyumbatan atau penyempitan pembuluh darah akibat adanya kolesterol yang menggumpal di pembuluh darah. Asap rokok atau karena terbiasa merokok bisa menyebabkan penyakit jantung," ungkapnya.

Terkait dengan pencegahan dan pengendalian faktor risiko penyakit tidak menular itu, pihaknya melakukan pemeriksaan skrining atau pendeteksian dini terhadap pegawai di lembaga pemerintahan. Mulai dari pemeriksaan fisik, di antaranya tensi dan tekanan darah, tinggi badan, berat badan dan lingkar perut. Kemudian melakukan pemeriksaan laboratorium tes cepat, kadar kolesterol, gula darah dan asam urat.

"Sebetulnya, pemeriksaan dini sangat penting dan harus dipahami oleh setiap orang. Hal itu supaya bisa mencegah  penyakit tidak menular. Misalnya, penyakit stroke dan hipertensi tak terkontrol bisa menimbulkan penyakit ginjal. Kalaupaun ditemukan penyakitnya bisa diobati dan dikendalikan dengan kontrol yang teratur dan memeriksakan diri serta diobati sesuai standar," jelasnya.

Untuk mencegah berbagai penyakit tak menular itu, imbuhnya, bisa melalui olahraga rutin dan teratur, selain diet pola makan yang sehat dan gizi seimbang.

Ia mengatakan, penyebab penyakit tak menular itu bisa karena tak pernah olahraga, diet makan tak seimbang, selain stres. "Pola makan tak sehat, jarang olahraga dan gaya hidup tak sehat bisa menimbulkan penyakit," katanya.

Harus diperhatikan pula, katanya, indeks pembangunan manusia (IPM), khususnya pada bidang ekonomi dan daya beli. Pasalnya, persoalan ekonomi bisa menyebabkan orang jadi stres.

"Jadi IPM daya beli masyarakat harus meningkat. Diharuskan makan sehat, tapi tak bisa beli ya akan menjadi penyebab kekurangan gizi makanan menjadi tak seimbang. Jadi peningkatan IPM daya beli masyarakat sangat dibutuhkan untuk menciptakan hidup bersih dan sehat," pungkasnya.

Editor: Efrie Christianto

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR