Disuntik Rp 300 Miliar, KONI Jabar Segera Persiapkan Pelatda Prima PON XX

Sport

Senin, 10 Februari 2020 | 18:18 WIB

200210180754-disun.jpg

dok

Ketua KONI Jabar Ahmad Saefudin

PEMPROV Jawa Barat melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) mengucurkan dana hibah sedikitnya Rp 300 miliar kepada KONI Jawa Barat untuk persiapan sekaligus pelaksanaan PON XX/2020 Papua. Dengan sokongan dana segar tersebut, KONI Jabar akan segera menggelar program pemusatan latihan daerah prima lengkap dengan uji coba ke luar negeri untuk meningkatkan kualitas para atlet unggulan.

Ketua Umum KONI Jabar, Ahmad Saefudin menilai, bantuan dana hibah dari Pemprov Jabar melalui Dispora Jabar untuk KONI Jabar yang mencapai Rp 300 miliar lebih itu akan digunakan seoptimal mungkin untuk mendukung persiapan tim Jabar menghadapi pelaksanaan PON XX di Papua pada Oktober 2020 mendatang.

"Bantuan dana hibah dari APBD tahun 2020 ini akan sangat penting bagi persiapan kami menghadapi PON. Apalagi, Kadispora menegaskan pencairan dana hibah paling cepat bisa dilakukan sebelum Februari 2020 selesai," terang Ahmad di gedung KONI Jabar, Jalan Pajajaran, Kota Bandung, Senin (10/2/2020).

Dengan pencairan dana pada bulan Februari 2020, kaat Ahmad, KONI Jabar bisa lebih cepat untuk segera mendistribusikan dana dalam pendukungan pelatihan atlet. Besarnya dana yang diberikan oleh Pemprov Jabar membuat KONI Jabar makin optimis dan percaya diri untuk mencetak prestasi, yakni mempertahankan gelar juara pada PON XX/2020.

"Prestasi itu bisa diraih dengan melalui proses dan dalam sebuah proses butuh pendanaan, sekarang sudah terbukti. Kami akan segera lakukan pelatda prima sehingga atlet betul-betul yakin kemampuannya terpelihara dan kami sebagai penanggungjawab juga sudah memiliki motivasi dan otentifikasi kalau kami tidak akan keluar dari keinginan, harapan dan cita-cita untuk mempertahankan juara umum PON," terangnya.

Ahmad mengatakan, Pelatda prima akan mulai digelar pada bulan Maret 2020. Akan tetapi, kata dia, pelaksanaan pelatda PON XX yang digelar pada bulan Januari dan Februari tetap berjalan dan mandiri melalui pendanaan dari anggaran 2019.

"Setelah pengukuhan tim pelatda resmi pada Maret nanti, pelatda prima segera dimulai. Rangkaian try out juga akan segera dilaksanakan.Khusus untuk cabang olah raga yang memiliki keunggulan memang harus segera melakukan try out ke luar negeri," ujarnya seperti ditulis wartawan "PR", Arif Budi Kristanto.

KONI Jabar, tutur Ahmad, sudah melakukan pemetaan, prediksi serta rencana untuk bisa mengungguli lawan di PON XX. Salah satunya dengan mengirimkan atlet unggulan untuk berlatih dan melakukan uji coba di luar negeri.

"Dana hibah yang diberikan sebesar Rp300 miliar lebih ini sudah layak untuk mendukung semua persiapan PON XX hingga pelaksanaan di Papua pada Oktober 2020 mendatang," kata Ahmad.

Pelatda prima adalah program khusus yang tidak akan diterapkan untuk semua atlet. Menurut Ahmad, hanya 88 atlet unggulan yang akan menjalani Pelatda PON XX Prima. Para atlet berpotensi meraih minimal dua hingga maksimal 10 medali emas pada cabang olah raga masing-masing. Ke-88 atlet unggulan tersebut berasal dari nomor perseorangan pada cabang olah raga masing-masing dari total 381 atlet yang berpotensi meraih medali emas di PON XX/2020.

"Karena kalau berlatih di dalam negeri, mereka sudah tidak ada lawan. Untuk cabang olah raga renang, misalnya, ada sekitar lima atlet yang akan kami kirim ke Australia untuk berlatih maupun uji coba. Kemudian ada juga 8 atlet judo yang akan kami kirim ke Korea Selatan. Kami akan kirim mereka ke negara yang selama ini menjadi kekuatan cabang olah raga di dunia. Soalnya, mereka sudah tidak punya kompetitor lagi di Indonesia," ujar Ahmad.

Dia menambahkan, untuk para atlet lainnya yang punya potensi meraih minimal satu medali emas, proses latihan akan dilakukan di dalam negeri, namun bila memungkinkan juga di luar negeri.

"Pelaksanaan latihan di dalam negeri, akan dilengkapi dengan mendatangkan pelatih dari luar negeri untuk memelihara bahkan meningkatkan kualitas performa atlet Jabar agar bisa tampil optimal di PON," tutur Ahmad.

Jawa Barat meraih prestasi mentereng pada PON XIX 2016 yang mempertandingkan 44 cabang olah raga. Saat itu dari 756 medali emas yang diperebutkan, Jabar berhasil meraih 217 medali emas, 157 perak, dan 157 perunggu. Jabar unggul jauh atas Jawa Timur yang menempati posisi kedua dengan 405 medali (132 emas, 138 perak, dan 135 perunggu), dan DKI Jakarta pada urutan ketiga dengan total 376 medali (132 emas, 125 perak, 119 perunggu).

"Pencapaian itu mengukuhkan Jabar sebagai juara umum PON XIX 2016, sebuah prestasi sekaligus prestise monumental," ucapnya.

Selain 381 atlet yang berpotensi meraih medali emas, KONI Jabar sudah memetakan sekitar 440 atlet pada berbagai cabang olah raga yang berpotensi meraih medali perak. Dengan demikian, setidaknya Jabar sudah memiliki 909 atlet yang berpeluang mendapat medali pada perhelatan PON XX di Papua.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Jawa Barat Engkus Sutisna mengatakan, pencairan dana hibah 2020 akan diupayakan untuk bisa dicairkan secepatnya. Pasalnya, saat ini hanya tinggal menyisakan proses administrasi saja.

"Insyaallah, penyaluran hibah ini tidak akan lebih dari bulan Februari 2020. Pertengahan (Februari) juga mudah-mudahan bisa disalurkan. Ini sejarah juga. Di Februari sudah bisa dicairkan. Tahun lalu bulan Mei," kata Engkus.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR